in

Pengerukan Sedimen Rawa Jombor Klaten Terkendala Eceng Gondok

Sebuah alat berat digunakan untuk membersihkan eceng gondok, di permukaan Rawa Jombor, di Kabupaten Klaten. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Pertumbuhan cepat tanaman eceng gondok di permukaan Rawa Jombor, di Kabupaten Klaten, menjadi kendala dalam proyek revitalisasi Rawa Jombor, yang saat ini tengah dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS-BS).

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air BBWS-BS, Naryo Widodo, Rabu (10/11), mengatakan agar pengerukan sedimen di waduk seluas 189 hektare itu bisa optimal, pekerja bukan hanya harus membongkar warung apung dan karamba jaring apung, melainkan juga eceng gondok yang menutupi sebagian permukaan waduk.

“Awalnya eceng gondok lebih banyak terkumpul di tepi dan sekitar jaring apung. Namun karena ada pembongkaran, jadi tersebar,” kata Naryo Widodo, seperti dirilis Klatenkab.go.id, Rabu (10/11).

Setelah eceng gondok, karamba jaring apung, dan warung apung dibersihkan, barulah alat berat digunakan untuk mengeruk sedimen.

“Adanya eceng gondok menjadi pekerjaan ekstra karena harus dibersihkan. Kondisinya menyebar hampir di sebagian kawasan perairan,” paparnya.

Dia mengatakan tahun ini Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran Rp 22,5 miliar, untuk revitalisasi Rawa Jombor. Anggaran tersebut digunakan untuk pembersihan warung apung dan keramba, hingga pembangunan pedestrian yang mengeliling area Rawa Jombor sepanjang 2,6 kilometer.

“Kegiatan masih difokuskan untuk penataan dan persiapan revitalisasi. Pengerukan sedimentasi rencananya dilaksanakan tahun depan. Yang mendesak saat ini adalah membersihkan area tampungan air Rawa Jombor, karena selain banyak keramba apung yang harus dibersihkan, masalah eceng gondok yang tersebar hampir di seluruh area juga harus diatasi,” katanya. (HS-08)

Share This

Jalur Pedestrian Rowo Jombor Klaten, Tahun Ini Dibangun Sepanjang 2,6 Km

Prakiraan Cuaca Semarang dan sekitarnya pada Kamis (11/11/2021)