in

Pengerjaan Taman Museum Bubakan Rampung, Dipercantik Dengan Permainan Lampu Sorot

Taman Museum Kota Lama Semaranag atau Taman Bubakan termasuk salah satu taman yang akan ditutup saat malam pergantian tahun. Pemkot Semarang menutup semua taman saat pergantian tahun batu nanti malam untuk antisipasi penularan Covid-19.

HALO SEMARANG – Taman Museum Kota Lama Semarang atau Taman Bubakan saat ini pengerjaannya telah rampung. Saat ini tinggal tahap finishing, untuk setting bagian lampu taman yang ada di dalam grawangan motif berbentuk travesium, dan sedikit pembenahan lainnya.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suryaty mengatakan, pembangunan fisik Taman Museum Bubakan telah jadi 100 persen. Tinggal tahap finishing seperti menyetel lampu taman untuk mempercantik Taman Bubakan. Lampu ini akan disetel untuk mengatur cahaya warna sehingga bisa bergantian berubah warna.

“Lampunya ada tiga buah ukuran besar, nanti diatur agar pencahayaan warna yang keluar berganti serempak warna yang sama. Nanti, ada beberapa warna yang berganti-ganti, misalnya disetting tiap 30 detik berganti warna,” katanya, Senin (27/12/2021).

Adapun manfaat pembangunan Taman Bubakan, kata Atik sapaan akrabnya, selain untuk menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota juga rencananya taman ini sebagai akses pejalan kaki atau pengunjung yang akan ke Museum Kota Lama Semarang (Museum Bubakan).

“Yakni, dari lahan parkir pengunjung yang saat ini masih berupa lahan kosong yang lokasinya berada di ujung Jalan MT Haryono tersebut bisa masuk lewat akses trotoar di taman ini. Diharapkan, untuk pengunjung museum bisa merasa aman saat akan menyeberang dari area parkir nantinya,” imbuhnya.

Untuk pembangunan lahan parkir direncanakan tahun 2022. Saat ini akses dari MT Haryono tidak lagi langsung ke Jalan Pattimura, namun harus memutar Museum Bubakan.

“Meski begitu, kami buat ada pintu di ujung Jalan MT Haryono sistim buka-tutup. Akses itu hanya dilalui ketika ada kejadian darurat saja. Misalnya kalau ada kegiatan-kegiatan atau kepentingan yang membutuhkan akses langsung dari MT Haryono ke Jalan Pattimura, nanti akses pintu ini bisa dibuka, “terangnya.

Untuk penghijauan di taman ini, pihaknya menanam beberapa pohon jenisn Pule dan jenis bunga, agar menjadi peneduh jalan sekaligus pengunjung merasa nyaman saat melewatinya. Masyarakat juga bisa memanfaatkan taman ini sekedar duduk- duduk dan menikmati suasana.

“Memang untuk pamanfaatan belum, menunggu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang mengelola Museum Bubakan. Kami hanya membangunkan fisik, mungkin tahun depan mulai difungsikan, mengikuti beroperasionalnya museum,” terangnya.

Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, terkait untuk pengalihan rute arus lalin kendaraan di Taman Bubakan masih berlaku, ke depan akan dibuat permanen. Sekaligus untuk mengedukasi pengendara yang biasanya Dari MT Haryono langsung ke Pattimura, sekarang harus memutar terlebih dulu.

“Saat ini bersifat sementara, nanti setelah difungsikan museumnya, memang untuk akses pengunjung atau pejalan kaki dari tempat parkir yang melintas akan dibuat permanen. Crossing taman akan permanen, saat ini pengerjaannya sudah selesai, agar membuat pejalan kaki merasa aman saat akan berkunjung menuju Museum Bubakan,”pungkasnya. (HS-06)

Kasus Omicron Global Sangat Tinggi, Menkes : Tidak Usah Pergi ke Luar Negeri

1 Juta Siswa di Jateng Telah Divaksin