in

Pengendara Tanpa Helm Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas Dalam Operasi Patuh Candi 2023

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryo Nugroho usai kegiatan Apel Pasukan Ops Patuh Candi 2023 di Mapolda Jateng, Senin (10/7/2023).

 

HALO SEMARANG – Ribuan pelanggar lalu lintas terjaring sepanjang Operasi Patuh Candi 2023, yang digelar sejak 10 Juli lalu.

Data sementara dari posko operasi tersebut, menyebut 8309 pelanggaran tertangkap kamera ETLE dan ditemukan langsung oleh petugas di lapangan.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryo Nugroho, menerangkan dari jumlah pelanggar mayoritas dilakukan oleh pengendara motor tanpa helm serta pengendara motor dan mobil yang melanggar marka jalan.

“Pertama, pengendara tanpa helm dan kedua, pengguna jalan yang melanggar marka,” kata Kombes Agus, Rabu (12/7/2023), tribratanews.jateng.polri.go.id.

Adapun lokasi pelanggaran mayoritas, sambung dia, terjadi di kota-kota besar dengan jumlah pelanggaran yang relatif sama.

Kombes Agus juga mengungkap Polda Jateng mengedepankan  ETLE, saat melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas

“Pelanggar di capture, apabila ada pelanggaran fatal seperti berboncengan tiga termasuk tidak pakai helm dan nopol, baru kita hentikan dan tilang,” ucapnya.

“Sedangkan di tol kita fokus pada over speed kendaraan,” sambungnya.

Kombes Agus mengaku belum dapat melakukan evaluasi jenis pelanggaran maupun hasil Operasi Patuh Candi 2023 secara komprehensif karena baru tiga hari berjalan.

“Evaluasi mungkin akan dilakukan setelah tujuh hari. Namun demikian situasi Jawa Tengah termasuk 35 polres terdapat kondusif,” kata dia

Dijelaskan, pada Operasi Patuh Candi 2023, Polda Jateng tidak menonjolkan aksi penindakan terhadap pelanggar lalu lintas namun lebih mengedepankan unsur edukasi dan peningkatan pelayanan termasuk sosialisasi kepada masyarakat.

“Intinya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga menurunkan tingkat pelanggaran lalu lintas serta penurunan fatalitas korban kecelakaan di jalan raya,” kata dia.

Sebelumnya, Polda Jateng menyebut angka fatalitas korban kecelakaan di Jawa Tengah cukup tinggi.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryo Nugroho mengatakan, dalam satu bulan orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan bisa mencapai puluhan korban.

“Fatalitas korban di Jateng cukup tinggi, satu hari rata-rata lima sampai enam orang meninggal dan dalam sebulan 90 orang meninggal,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dirinya menjelaskan, untuk mengurangi angka fatalitas korban, pihaknya akan melakukan Operasi Patuh Candi selama 14 hari yang dimulai dari tanggal 10 hingga 23 Juli 2023. Tema yang diusung dari kegiatan kepolisian ini adalah Patuh dan Tertib Berlalu Lintas Cermin Moralitas Bangsa

Salah satu fokus yang ditekankan yakni keselamatan bagi pengguna jalan. Menurut Agus, prioritas utama ketika berkendara adalah etika keselamatan pengendara.

“Tujuannya adalah bagaimana kita bisa mengurangi angka pelanggaran dan menurunkan fatalitas korban dan meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas serta meningkatkan kepercayaan masyarakat menggunakan kegiatan preentif dan preventif dengan penegakan hukum menggunakan ETLE,” katanya.

Meski demikian, pihaknya juga akan melakukan penidakan secara langsung bilamana ditekuman pengendara yang melanggar secara kasatmata. Seperti melawan arus, tidak menggunakan helm dan pelanggaran lainnya.

“Di kedepankan ETLE namun sasaran operasi nanti tergantung pelanggaran seperti yang pertama tidak menggunakan helm SNI, menggunakan handphone saat berkendara, pengaruh alkohol, berbonceng tiga dan melanggar marka jalan,” jelasnya.

“Untuk penegakan hukum dikedepankan ETLE jadi tidak ada kegiatan yang sifatnya razia dan stasioner. Penegakan hukum diperlukan tetapi proses diawali dengan preentif dan preventif termasuk edukatif jadi tidak absolut ketika pelanggaran harus ditilang tetap bisa dilkukan edukasi,” lanjutnya. (HS-08)

Rawan Kemacetan, Dishub Kota Semarang akan Jadikan Jalan Veteran Satu Arah

Asisten Kapolri Sebut Kerja Sama Jadi Kunci Utama Berantas Radikalisme