in

Pengembalian Fungsi Utama Rawa Jombor Mendesak Dilakukan

Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Pemerintah segera melaksanakan revitalisasi tahap kedua Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Proyek ini difokuskan pada penataan dan pembangunan sejumlah fasilitas di sisi timur.

Pegiat Sekolah Sungai Klaten, Arif Fuad Hidayah, mengatakan saat ini memang perlu penanganan serius untuk mengembalikan fungsi Rawa Jombor.

“Kondisi Rawa Jombor sudah mulai ramai diperbincangkan sejak 2017. Dari kajian, diketahui kalau kondisi rawa sudah mengkhawatirkan dan berdampak pada fungsi utama yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” kata Arif, Jumat (11/6) seperti dirilis Klatenkab.go.id .

Di antara fungsi yang terganggu, antara lain irigasi yang tidak maksimal dan sebagai penampung aliran air hujan. Menurutnya kondisi pencemaran di Rawa Jombor, juga membuat air rawa tidak bisa dimanfaatkan seperti seharusnya. Hal ini mempengaruhi keberadaan sektor lain yang bergantung pada Rawa Jombor.

“Belum lagi sedimentasi dan alih fungsi lahan rawa yang terus terjadi, membuat fungsi rawa tidak berjalan. Sehingga pengembalian fungsi utamanya mendesak dilakukan, karena rawa bisa sekarat. Bila sampai terlambat penangannya, dampaknya sangat luas,” katanya.

Arif mengapresiasi upaya pemerintah yang mulai menggarap penataan ulang Rawa Jombor. Pasalnya bila tidak ada penangan yang serius, semua sektor yang mengandalkan Rawa Jombor dapat berhenti bersamaan.

“Saat ini yang terjadi, adalah fungsi pendukung rawa justru mendominasi dibandingkan fungsi utama. Padahal seharusnya, jangan sampai fungsi utama tergeser. Kalau tidak ada penangan yang masif, maka fungsi pendukung seperti rawa sebagai objek wisata juga turut berhenti,” kata dia.

Di sisi lain, pakar lingkungan UGM, Suratman mengatakan dari riset yang dilakukan kualitas air Rawa Jombor tidak lagi memenuhi baku mutu. Kondisi ini dipengaruhi polusi kimia dalam air. Biological Oxygen Demand (BOD) air Rawa Jombor tinggi dan dinilai sangat berbahaya.

“Pencemaran yang sudah di atas ambang batas, bisa berdampak pada ikan di rawa. Selain itu, pencemaran berdampak pada pertumbuhan padi, dengan irigasi bersumber dari air rawa,” ungkapnya. (HS-08)

Share This

Pemprov Jateng Siap Sediakan Hotel Untuk Ruang Isolasi Terpusat

25 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemkab Kebumen Dirotasi