in

Pengelolaan Pamsimas Dengan Sistem IPAS Desa Kedungasri Yang Pertama Di Kendal

Pamsimas sistem Ipas yang dikelola KKM Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum.

 

HALO KENDAL – Pamsimas sistem instalasi pengolah air sederhana (Ipas), yang dikelola Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum merupakan satu-satunya di Kabupaten Kendal.

Kepala Desa Kedungasri, Achmad Supriyanto mengatakan, sistem Ipas ini mengelola air sungai  menjadi air bersih yang layak untuk diminum.
Warga desanya merasa senang, karena setelah sekian lama menggunakan air sumur yang kualitasnya kurang bagus dan  banyak mengandung zat kapur dan logam lainnya.

“Akibatnya, banyak warga yang terkena penyakit ginjal, akibat mengonsumsi air sumur yang kurang sehat,” ungkapnya, Kamis (5/8/2021).

Dijelaskan pada tahun 2018, desanya mendapat  hibah dari Kementerian PUPR melalui Dinas PUPR Kabupaten Kendal.

“Teknologi Ipas ini sistem pengelolaannya sederhana, yakni ada dua sumur yang  dibuat di pinggir kali sedalam 12 meter dan 10 meter. Air dari sumur tersebut disedot menggunakan pompa air dan dimasukkan dalam bak penampungan yang dicampur dengan air tawas untuk menjernihkan air,” jelas Achmad.

Kemudian, air dari bak pertama dialirkan ke bak kedua yang sifatnya untuk menyaring endapan air supaya jernih.

“Penyaringan di bak terakhir berisi  pasir silica yang bersifat untuk menjernihkan air dan menyaring  lumpur, zat seng dan zat kapur, sehingga  air yang keluar sudah bersih,” terangnya.

Selanjutnya, air yang sudah bersih ini disalurkan ke 400 rumah warga menggunakan pipa.

“Warga hanya membayar Rp 2.000 per meter kubik air.  Tiap rumah rata-rata membutuhkan 10-15 meter kubik per bulan, karena masih menggunakan sumur,” ujarnya.

Namun, lanjut Achmad, bagi yang tidak menggunakan air sumur, rata-rata per bulan membutuhkan 30-40 meter kubik,” jelas Achmad.

“Alhamdulilah setelah ada Pamsimas ini, tidak ada lagi warga yang mengeluh sakit batu ginjal,” ungkapnya.

Salah satu warga, Mulyadi mengaku senang, karena bisa menikmati air yang  jernih dan bersih.

Ia pun mengungkapkan, sebelumnya, mengkonsumsi air sumur yang  warnanya tidak jernih dan tidak baik untuk diminum, karena banyak mengandung kapur.

“Waktu menggunakan air sumur, ketika direbus keluar  kapurnya yang menempel pada panci,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKM Kedungasri, Abdul Wahhab mengatakan, pada awalnya masyarakat setempat mengalami permasalahan air layak konsumsi dari tahun ke tahun.

“Sumur rumahan yang digali tiap warga mengeluarkan air yang mengandung kapur dan zat besi,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Wahhab, terus berlanjut hingga akhirnya ditemukan tujuh warga yang menderita sakit dalam, yang diduga karena meminum air yang tidak layak konsumsi terus menetus.

“Keprihatinan itu akhirnya diantisipasi oleh KKM dengan merintis pamsimas Tirto Asri yang memanfaatkan air Sungai Blukar menjadi air layak konsumsi untuk kebutuhan masyarakat,” ungkap Wahhab.

Dijelaskan, pada awalnya memang air di sini tidak bagus, banyak mengandung kapur dan menyebabkan sakit dalam.

“Kemudian kita coba membuat sumur resapan di pinggir sungai, kita tarik airnya ke bak penampungan, kemudian diproses sampai air jernih untuk keberlangsungan kesehatan masyarakat ke depan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang  (PUPR) Kabupaten Kendal, Sugiyono mengatakan, sistem instalasi pengolahan air sederhana ini diambil dari air permukaan, tidak seperti Pamsimas lainnya  yang mengambil air bawah tanah.

“Pengambilan air permukaan ini tidak akan merusak alam, berbeda jika menggunakan air bawah tanah yang bisa merusak alam, karena tanah bisa amblas,” paparnya.

Sugiyono menambahkan, sistem Ipas di Desa Kedungasri ini sebagai percontohan dan akan dikembangkan di tempat lain, termasuk  PDAM juga akan disarankan untuk  menggunakan air permukaan.

“Saat ini sistem Ipas juga sedang dikerjakan di Desa Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu Selatan. Karena mulai dikerjakan tahun 2021, maka belum bisa dioperasikan,” pungkasya.(HS)

Share This

Pengerjaan Peningkatan Jalan Sriwijaya Capai 39 Persen

Mahasiswa KKN Undip Laksanakan Edukasi Pengelolaan Sampah Masker Sekali Pakai