in

Pengelola Wisata Semarang Gaet Pengunjung Bisa Beri Makan Satwa Sampai Gelar Event

Pengunjung memberi makan buaya salah satu koleksi satwa di objek wisata Semarang Zoo atau dikenal Kebon Binatang (Bonbin) Mangkang, belum lama ini.

 

 

HALO SEMARANG – Di tengah situasi pandemi yang mulai landai di Kota Semarang, beberapa pengelola tempat wisata terus mencoba menarik lebih banyak pengunjung untuk datang.

Agar pengunjung tertarik datang, tentunya pengelola harus memiliki strategi dengan melakukan pembenahan fasilitas maupun membuat event. Seperti di Kebun Binatang Semarang atau Semarang Zoo, pengunjung diberi keleluasaan untuk memberi makan satwa seperti harimau dan buaya atau disebut feeding carnivore. Namun, pihak pengelola tetap menjamin keamanan setiap pengunjung yang akan mencoba memberikan makan satwa tersebut.

Satu di antara layanan ini merupakan bagian dari event yang tengah dipersiapkan sebagai lanjutan pembenahan fasilitas wisata yang ada di seberang Terminal Mangkang.

“Setiap akhir pekan ada feeding carnivore, memberi makan hewan karnivora yang ada di sini (Semarang Zoo-red), yaitu harimau benggala dan buaya,” kata Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin, Kamis (18/11/2021).

Untuk dapat merasakan sensasi memberikan makan hewan karnivora, lanjut dia, pengunjung harus menyesuaikan dengan waktu makan hewan pada pukul 10.00 WIB dan 13.00 WIB.

“Kalau buaya ada banyak di sini, jadi batasan waktu mulai jam 10.00 pagi sampai jam tiga sore, waktu ini juga kita sesuaikan dengan target maksimal makan hewan,” jelasnya.

Menurutnya, layanan tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Pengunjung akan disambut seekor gajah saat memasuki gerbang.

“Masuk gerbang bisa berfoto dan berinteraksi dengan gajah, juga ada ular besar,” ungkapnya.

Dia berharap, layanan tersebut juga menjadi edukasi bagi masyarakat dalam memperhatikan lingkungan dan satwa.

“Hewan di sini (Semarang Zoo-red) terawat dengan baik, gemuk dan sehat. Nah, ini merupakan salah satu bahan edukasi untuk memperhatikan hewan piaraan. Jadi semisal pengunjung punya kucing atau burung kicau juga kita edukasi agar jangan lupa memperhatikan makan dan kebersihan kandangnya,” terangnya.

Seperti diketahui, sejak kembali menerima kunjungan pada pertengahan Agustus 2021 lalu, Semarang Zoo sudah siap dengan berbagai strategi untuk menarik minat pengujung. Pembenahan kandang dan tata letak display hewan juga sudah digarap.

“Harapan kami tentunya, kandang-kandang baru juga menjadi daya tarik bagi pengunjung. Juga bisa untuk event lomba foto nantinya,” urainya.

Meski begitu, mantan Ketua DPD KNPI Kota Semarang ini juga mengakui faktor cuaca berpengaruh pada animo masyarakat untuk datang.

“Kalau pagi hari sudah kelihatan cerah, ya biasanya banyak yang datang, tapi kalau pagi hari sudah mendung biasanya tidak begitu banyak,” paparnya.

Sementara itu, di tempat wisata lainnya yakni Museum Lawang Sewu, juga belum lama ini mulai menggelar acara Dodolan neng Lawang Sewu, yaitu pameran produk UMKM binaan dari PT KAI. Diharapkan dengan acara tersebut, bisa menggeliatkan perekonomian pelaku ekonomi terutama UMKM sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan ke museum Lawang Sewu.

Manager Museum Lawang Sewu dan Indonesia Railway Museum, Trisna Cahyani mengatakan, ada trend peningkatan kunjungan ke Lawang Sewu, terutama pada Sabtu dan Minggu. Apalagi dengan Kota Semarang saat ini sudah masuk ke Level 1 masa PPKM.

“Total jumlah pengunjung Lawang Sewu pada Bulan Oktober 2021 lalu sebanyak 34.188 pengunjung. Namun, ada juga yang tertolak masuk ke area museum. Lawang Sewu, dengan total ada sebanyak 3.614 orang,” pungkasnya. (HS-07)

Share This

Inilah Pemenang Lomba Pemilihan Ternak Sapi dan Kambing Terbaik di Kendal

Di Festival HAM, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan KSP Moeldoko Diusir Komunitas Aksi Kamisan Semarang