Pengelola KTM di Jateng Berdatangan ke Mondoretno

Foto : Jatengprov.go.id

 

HALO TEMANGGUNG – Kawasan Terpadu Mandiri Alam Mondoretno (KTM Almond), di Desa Mondoretno Kecamatan Bulu, Temanggung, kini banyak dikunjungi, menyusul keberhasilan Posko Penyuluhan Desa (Posluhdes) meraih predikat terbaik tingkat Provinsi Jawa Tengah,

Sejumlah pengelola KTM dari kabupaten/ kota lain, datang untuk menimba ilmu ke desa ini.

Kepala Desa Mondoretno, Beni Sujono menyampaikan sudah ada beberapa kabupaten/kota yang mengunjungi KTM Almond, untuk saling berbagi pengalaman, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan. Beberapa di antaranya dari Magelang, Klaten, dan Yogyakarta. Selain itu desa atau kecamatan lain di Temanggung juga datang ke Mondoretno.

Mereka menimba ilmu dan mengikuti pelatihan-pelatihan di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan, hingga pengolahan pupuk.

Bahkan dari Kabupaten Batang, yang menjadi juara kedua dalam penilaian Posluhdes, juga sudah menjadwalkan untuk berkunjung ke Desa Mondoretno.

“Untuk saat ini, paling persiapan kunjungan dari Batang. Mungkin penasaran ingin melihat atau ingin tahu dengan Mondoretno,” ungkap Beni, seperti dirilis Jatengprov.go.id, Kamis (24/12) hari ini.

Dijelaskan, KTM Almond berhasil memperoleh juara pertama dalam penilaian Lomba Posko Penyuluhan Desa (Posluhdes) tingkat Provinsi Jawa Tengah, Rabu (23/12).

Dia mengapresiasi tim Posluhdes KTM Almond atas jerih payahnya yang telah dilakukan, sehingga mencapai prestasi yang membanggakan. Apalagi, mereka akan mewakili Jawa Tengah untuk maju di tingkat nasional.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan persiapan dan meningkatkan kerja sama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kacamatan dan dinas terkait. Dengan begitu, semuanya sudah siap sebelum penilaian dimulai.

 

“Dengan adanya Posluhdes ini diharapkan masyarakat lebih tertarik untuk berkunjung ke desa kami, sekadar konsultasi atau yang lainnya. Sehingga pertanian sini juga lebih maju,” imbuhnya.

Penyuluh pertanian swadaya dan koordinator di KTM Almond, Reni menambahkan, di luar persiapan lomba, pihaknya terus memberdayakan masyarakat. Kegiatan pelatihan rutin dilaksanakan,  seperti Sekolah Tani yang sudah berjalan, dengan peserta anak-anak SMP maupun SMA, warga asli Desa Mondoretno. Namun, pihaknya juga membuka peluang jika ada warga di luar Desa Mondoretno yang mau ikut dalam pelatihan tersebut.

“Jadi harapan untuk ke depannya, akan ada regenerasi dari petani milenial di Mondoretno,” ungkapnya.

Banyaknya kunjungan dari luar, juga dirasakan manfaatnya oleh warga. Nur Rohmad misanya, pengusaha bibit alpukat ini memperoleh pemasukan tambahan dari meningkatnya penjualan bibit dan buah. Dia berharap akan semakin banyak orang yang berkunjung, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.