Pengawasan Kampanye Saat Pandemi, Bawaslu Pantau Media Sosial

Ketua Bawaslu Kendal, Odilia Amy Wardayani saat memberikan materi kepada peserta dalam Rakor Pengawasan Tahapan Pilkada, Senin (2/11/2020).

 

HALO KENDAL – Bawaslu Kendal melakukan evaluasi pengawasan tahapan kampanye bersama Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Kendal, dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Tahapan Pilkada, di salah satu Agro Wisata di Kendal, Senin (2/11/2020).

Ketua Bawaslu Kendal, Odilia Amy Wardayani mengatakan, di antara isi evaluasi yaitu penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) juga pengawasan kampanye tatap muka pada masa pandemi Covid-19.

“Dalam tiga puluh hari pengawasan kampanye kemarin, kami sudah melaksanakan penertipan APK serentak di wilayah Kabupaten Kendal. Untuk hasil penertiban APK harus disimpan baik-baik. APK yang ditertibkan juga bisa diambil oleh pasangan calon,” terang Odilia.

Sementara itu, Kordiv Pengawasan dan Hubal Bawaslu Kendal, Achmad Ghozali menambahkan, pada masa pandemi, kampanye yang diawasi Bawaslu, Panwaslu Kecamatan, dan Panwaslu Kelurahan/Desa tidak melulu bentuk kampanye langsung atau pertemuan tatap muka.

“Pengawasan yang kami lakukan termasuk di sosial media. Karena masa pandemi Covid-19, tahapan kampanye diarahkan melalui daring atau media sosial,” jelas Ghozali.

Kordiv Hukum, Humas, Data dan Informasi Arief Musthofifin dalam penyampaian materinya mengatakan, pengawasan kampanye yang dihimpun bagian data informasi, dalam waktu tiga puluh hari total berjumlah 1.181 kegiatan.

“Jumlah tersebut merupakan gabungan dari pengawasan kampanye tatap muka dan daring sejumlah 516 kali, dan pengawasan konten di media sosial pasangan calon sejumlah 665. Dapat dirata-rata pengawasan kampanye perhari sekitar 39 kali,” paparnya.

Pemateri lain, Firman Teguh Sudibyo, selaku Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Kendal menambahkan, APK yang ditertibkan oleh Bawaslu yaitu yang melanggar kriteria yang sudah ditentukan.

“Pada pelaksanaan penertiban APK kita tidak langsung asal lepas. Ada kriteria APK yang melanggar antara lain, tidak sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan, lokasi pemasangan atau cara pemasangan yang melanggar. Misalnya dipaku di pohon,” ungkapnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.