in

Pengamat: Solo Jadi Contoh Penataan Transportasi Umum yang Terintegrasi di Jateng

Salah satu bus Batik Solo Trans menaikkan penumpang dari shelter BST.

 

HALO SEMARANG – Penataan sistem transportasi umum yang terintegrasi, saat ini mulai dilakukan di wilayah Jawa Tengah. Salah- satunya yakni di Kota Surakarta.

Hal ini terlihat dari beragam jenis transportasi umum yang beroperasi di Surakarta, seperti KA Batara Kresna, Bus Trans Jateng, dan Batik Solo Trans (BST).

Pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan, penataan transportasi umum di Solo bisa dijadikan contoh di wilayah lainnya.

Pasalnya, sistem transportasi yang dibangun telah memiliki integrasi fisik, jadwal, pembayaran dan layanan dapat semakin disempurnakan.

“Setelah KA Batara Kresna, BRT Trans Jateng, masyarakat juga dilayani angkutan Batik Solo Trans (BST). Pengoperasian pertama pada koridor 1 dengan rute Bandara Internasional Adi Soemarmo (Kabupaten Boyolali)–Terminal Palur (Kabupaten Karanganyar),” terangnya, Selasa (12/1/2021).

Djoko menambahkan, ketika itu BST dioperasikan oleh Perum Damri.

“Hadirnya Batik Solo Trans saat itu sebagai upaya untuk menarik pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum,” katanya.

Namun dalam perjalanannya tidak menunjukkan kinerja yang semakin membaik.

“Tanpa adanya subsidi operasional, tentunya tidak bisa berharap banyak pelayanan yang sesuai dengan SPM (Standar Pelayanan Minimal),” ujarnya.

Namun pada tahun 2020, lanjut Djoko, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat meluncurkan program penataan transportasi umum dengan skema pembayaran pembelian layanan (buy the service) di lima kota.

Kota Surakarta menjadi salah satu pilihan program ini. Selain Kota Medan, Palembang, Yogyakarta, dan Denpasar.

“Ditjenhubdat menanggung 100 persen biaya operasional (pull strategy). Pemerintah Kota Surakarta pun menyambut baik program ini, karena sesungguhnya persiapan transportasi umum sudah disiapkan sekitar 10 tahun lalu. Tidak adanya anggaran yang cukup menjadikan program penataan transportasi umum jalan di tempat. Berbagai upaya sudah dilakukan, misalnya memperbaharui penampilan angkot-angkot yang yang ada,” paparnya.

Angkutan perkotaan di Solo ada enam koridor utama. Baru empat koridor yang dioperasikan tahun 2020 dan enam layanan angkutan pengumpan (feeder).

“Keenam koridor utama tidak hanya melayani jaringan jalan di dalam Kota Surakarta, namun layanannya hingga daerah bangkitan di wilayah sekitarnya, seperti Bandara Adi Soemarno (Kabupaten Boyolali), Terminal Palur (Kabupaten Karanganyar), Terminal Kartasura (Kabupaten Sukoharjo), Kabupaten Sragen, Kababupaten Klaten,” jelasnya.

Sedangkan Koridor 3 dan koridor 4 memulai operasi 4 Juli 2020 menggunakan sejumlah armada yang masih ada bantuan dari Ditjenhubdat sebelumnya, namun belum sempat dioperasikan.

“Sementara koridor 1 dan 2 menggunakan armada bus baru dan 29 Desember 2020 baru dapat dioperasikan. Armada koridor 1 dan koridor 2 akan menggunakan bus dengan jenis low entry dari yang awalnya direncanakan menggunakan model low deck,” katanya.

Koridor 1 melayani Bandara Adi Soemarmo–Terminal Palur, Koridor 2 Sub Terminal Kerten–Terminal Palur, Koridor 3 Terminal Kartasura–Tugu Cembengan, dan koridor 4 Terminal Kartasura–Terminal Palur (via Terminal Tirtonadi).

Di samping itu, lanjut Djoko, ada enam angkutan pengumpan (feeder), yang melayani rute RSUD Ngipang–Pasar Klewer, Cemani (Lotte Grosir)–Taman Jayawijaya. Lalu, Sub Terminal Semanggi–Mojosongo, Pasar Klewer–Terminal Palur, Pasar Klewer–Terminal Tirtonadi dan Pasar Klewer–Gentan.

“Waktu operasional Bus Batik Solo Trans dimulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Di masa pandemi ini, mobilitas warga Surakarta dan sekitarnya mengalami penurunan, sehingga mempengaruhi pula jam pelayanan BST. Jika sudah kembali ke masa new normal, tentunya layanan BST dapat diperpanjang hingga jam 22.00 WIB. Dengan perhitungan, para pekerja malam, seperti di pusat perbelanjaan yang tutup pukul 21.00 WIB, masih dapat memanfaatkan BST untuk kembali ke tempat tinggalnya,” pungkasnya.(HS)

Share This

Kadispertan Kendal: Harga Jual Rendah, Petani Kurang Tertarik Tanam Kedelai

Wakil Ketua DPRD Tegal Divonis Bersalah, Ganjar: Semoga Jadi Peringatan Untuk Semua