in

Pengamat: Pasca-Lebaran, Waspada Kasus Baru Covid-19

Pegiat Sosial dari UIN Walisonggo Semarang, Sadiman Al Kundarto (tengah) berbicara dalam diskusi di studio budaya Ki Narto Sabdo RRI Semarang, Minggu (23/5/2021).

 

HALO SEMARANG – Lonjakan kasus baru Covid-19 pasca-Lebaran Idul Fitri 1442 H perlu diwaspadai. Dengan penerapan protokol kesehatan ketat, dinilai dapat menekan penyebaran Covid-19.

Pegiat Sosial dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisonggo Semarang, Sadiman Al Kundarto mengatakan, penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat tergantung komitmen pemerintah.

Instruksi pemerintah dinilai dapat mengairahkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah Covid-19.

“Jangan sampai antarpejabat saling berbeda instruksi, kebijakan. Karena nanti dampaknya masyarakat tidak percaya dengan pemerintah,” kata Sadiman, saat dikonfirmasi Senin (24/5/2021).

Protokol kesehatan sebagai upaya mencegah Covid-19 dapat diketahui masyarakat melalui instruksi pemerintah. Selain itu ditambah beberapa kebijakan seperti larangan mudik, pembatasan kerumunan dan penunjang protokol kesehatan lainnya.

“Sebenarnya larangan mudik, pengunaan masker, pembatasan kerumunan ini bagus. Cuma kadang kedatangan warga China ke Indonesia, masih ada pemudik ini yang membuat masyarakat kembali goyah mengikuti kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Dikatakan Sadiman, kekompakan pemerintah dan para ahli kesehatan dalam menyampaikan kebijakan mencegah Covid-19, menjadi faktor kunci masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat Indonesia pada umumnya, lanjutnya, mudah diarahkan asal dengan cara persuasif.

“Kalau masyarakat diedukasi dengan baik, ini Covid-19 berbahaya bagi kesehatan. Maka gunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan agar tidak kena Covid-19, tentu akan patuh. Namun ya yang memberikan edukasi bisa menjadi teladan,” jelasnya.

Di sisi lain, persediaan logistik protokol kesehatan terutama di pedesaan perlu mendapat suplai dari aparat desa atau pihak swasta. Daya beli masyarakat desa untuk memenuhi protokol kesehatan masih butuh campur tangan pemerintah.

“Untuk daerah tertentu pemerintah perlu menyuplai masker, membuat tempat cuci tangan, belikan sabun juga. Kan tidak semua daerah warganya mampu beli sendiri,” tutup Sadiman.(HS)

Share This

1.063 Santri Yang Akan Kembali Ke Ponpes Diberangkatan

Tingkatkan Kedisiplinan Prokes, Petugas Gabungan Intens Gelar Operasi Yustisi dan Bagi Masker ke Warga