Pengakuan Warga Kendal Yang Sembuh Dari Corona

Sunoto, warga Brangsong, Kabupaten Kendal yang dinyatakan sudah sembuh dari corona.

 

HALO KENDAL – Sunoto (47) dan Nistria Ningsing (37), pasangan suami istri di Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal ini merasa beryukur, karena sudah dinyatakan sembuh setelah sebelumnya dirawat akibat terpapar virus Covid-19.

Mereka berdua berbagi pengalaman, selama dinyatakan positif terkena virus Covid-19 hingga kesembuhan yang didapat.

“Saya mengalami langsung penyakit ini, dan saya akan berbagi informasi tentang pengalaman saya,” ujar Sunoto mengawali pembicaraan, Rabu (26/8/2020).

Dikatakan, awalnya yang terkena adalah istrinya, setelah tertular dari kakaknya (ipar) yang tinggal Semarang.

“Karena kakaknya yang jualan di Mangkang, Semarang sudah positif duluan. Karena satu rumah, akhirnya ya saya kena juga,” kata Sunoto.

Saat ditanya rasanya bagaimana, Sunoto mengaku sebelumnya dia sempat mendapat perawatan hingga opname di salah satu rumah sakit di Kendal.

“Kemudian karena dalam rapid test dinyatakan reaktif, maka dilaksanakan swab test dan hasilnya positif. Kemudian saya disarankan untuk isolasi di rumah, sambil menunggu anak saya dilakukan swab juga,” ungkapnya.

Dijelaskan, setelah menjalani isolasi di rumah selama 3 hari atau 4 hari, kemudian dirinya menjalani isolasi di rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC) Kendal.

Disinggung apa perasaan saat dinyatakan positif dan harus menjalani isolasi di RSDC, Sunoto mengaku gelisah dan perasaanya tidak menentu saat itu.

“Ya gelisah dan rasanya macem-macem. Namun atas support perawat di sana, saya diminta untuk tenang, pasrah dan banyak berdoa dan perawat menasehati agar saya jangan sampai banyak pikiran dan stres,” ujarnya.

Sunoto juga mengaku, dirinya hanya menjalani isolasi selama 9 hari. Karena rutin menjalani apa yang dianjurkan oleh rumah sakit, perkembangannya sangat positif.

“Saya jalani olahraga senam, makan teratur dan rutin dicek oleh dokter. Setelah itu saya di swab lagi, hasilnya negatif dan dinyatakan sehat, kemudian saya diperbolehkan pulang,” imbuhnya.

Sementara itu, sang isti Nistria Ningsing mengaku, selama dinyatakan positif, yang paling dirasa menyakitkan adalah reaksi masyarakat kepada dirinya dan keluarganya.

“Rasanya seperti orang dimusuhi dan seperti orang yang dikucilkan. Kami seperti terkena aib, bahkan warga yang melihat pun sampai menutup pintu saat kami lewat,” ungkap Nistria.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan, seperti pakai masker dan jaga jarak. Kemudian, jangan mengkucilkan orang yang sudah dinyatakan sembuh atau negatif.

“Alhamdulillah sekarang warga sudah bisa menerima keadaan kami. Penyakit ini tidak seperti yang dibayangkan. Karena dengan mengikuti aturan dalam perawatan, Insya-Allah cepat sembuh,” pungkas Nistria.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.