in

Pengakuan Penagih Utang Pinjo, Dapat Upah Besar Dari Teror dan Sebar Aib Nasabah

AKA, debt collector pinjol yang ditahan Polda Jateng.

 

HALO SEMARANG – Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil mengungkap praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang meresahkan nasabah.

Tiga orang ditangkap, masing-masing berperan sebagai direktur, debt collector (penagih utang), dan Human Resource Department (HRD) perusahan pinjaman online ilegal.

Namun yang ditetapkan tersangka saat ini masih satu orang yaitu penagih utang berinisial AKA. Sementara dua orang lainya masih dalam pemeriksaan.

AKA ditangkap pada Rabu (13/10/2021) pukul 01.00 WIB oleh Tim Subdit V/Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Jateng di sebuah rumah kos yang beralamat Jalan Dr Sutomo Bausasran, Danurejan, Yogyakarta.

Ketika dilakukan pendalaman, polisi kemudian mendatangi dan menyegel kantor pinjol ilegal PT AKS di Jalan Kyai Mojo Tegalrejo, Yogyakarta.

“Pada bulan Oktober korban melapor. Kemudian kita lakukan penindakan ternyata perusahan tersebut ada di Jogja. Kemudian kami mengamankan tiga orang yang bekerja di kantor pinjol ilegal tersebut. Satu jadi tersangka, yaitu seorang perempuan yang bertugas sebagai penagih utang. Ini sebagai yang memberikan pemerasan dan teror,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora di Mapolda Jateng, Selasa (19/10/2021).

Dalam pengakuannya, AKA baru bekerja selama tiga bulan sebagai penagih utang. Sebagai penagih, ia diberi tugas untuk mengingatkan nasabah agar melakukan pembayaran.

Akan tetapi, jika hal tersebut tidak dilakukan oleh nasabah, ia akan meneror dengan membuat konten pornografi, di mana objeknya adalah orang yang ia tagih.

“Tugas reminder atau mengingatkan. Kalo gak respon, dikirim pesan spam. Gak ada respon lagi, saya proses data dan saya hubungi dengan kontak darurat yang dicantumkan (nomor telepon teman nasabah). Kalo gak ada respon lagi, baru saya posting seperti itu (konten pornografi),” tuturnya.

“Sebelum saya sebar, saya kirim ke nasabah dulu terus baru ke kontak darurat,” tambahnya.

Ia juga mengakui upah dari kerjaan penagih ini dibilang cukup lumayan. Jika ia berhasil melaksanakan tugasnya, ia akan mendapatkan gaji maksimal dan persenan dari beberapa orang yang berhasil ia tagih.

“Dengan imbalan Rp 3 juta sampai Rp 4 juta perbulan. Ada prosentase juga dari bunga pinjaman,” pungkasnya.

Di sisi lain, AKA tidak mengira bahwa pekerjaan penagih pinjol ini bisa membahayakan orang lain dan membawa masalah hukum. Sebab, peneroran yang dilakukannya tak bertuju kepada semua peminjam uang.

“Saya tau gak tau (kalo itu membahayakan), soalnya itu kan tergantung nasabah. Kalo nasabah dari awal kooperatif saya gak akan kaya gitu (bikin konten porno),” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, pengungkapan kasus ini berawal ketika salah satu korban berinisial E melapor keresahannya karena masalah pinjol kepada Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jateng.

Kasus itu bermula ketika dia ditawari suatu pinjaman hanya dengan mengisi identitas diri seperti kartu tanda penduduk (KTP), nomor rekening dan foto selfie.

Setelah selesai mengisi data tersebut, kemudian korban langsung mendapatkan pesan bahwa uang yang dipinjam itu sudah masuk ke rekening. Namun saat dicek ke rekeningnya, tak ada transaksi uang masuk yang dimaksudkan pinjol itu.

Saat ini barang bukti sudah diamankan di Mapolda Jateng untuk proses lebih lanjut. Sementara akibat perbuatan pelaku, ia diancam dengan Pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal penjara 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Serta pengancaman disertai pemerasan, Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal penjara 4 tahun dan denda Rp 750 juta.(HS)

Share This

Kembali Hadir Esport Piala Gubernur Jawa Tengah, Total Pizepool Rp 50 juta

Hari Santri Nasional 2021, Pemkab Kendal Gelar Lomba Satu Pondok Satu Produk