Pengakuan Pelaku Penusukan Terhadap Mantan Kekasih Di Ngaliyan

Pelaku Penusukan Ali Shabana (18) saat digelandang anggota kepolisian dari Polsek Ngaliyan, Rabu (10/3/2021).

 

HALO SEMARANG – Telah terjadi penusukan terhadap mantan kekasih dan pasangan barunya di Jalan Raya Untung Suropati, Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang atau tepatnya di depan SMA 7 Semarang Selasa(9/3/2021) malam.

Pelaku bernama Ali Shabana (18) warga Dawung Baru, Kelurahan Kedungpani, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, yang merupakan mantan kekasih korban yang sudah berpacaran selama 1.5 tahun.

Korban bernama Putri (17) warga Tugurejo dan kekasih barunya bernama David Okta (19) warga Ngemplak Simongan. Keduanya ditusuk pelaku menggunakan pisau karena cemburu mantan kekasihnya sudah mempunyai pasangan baru.

“Saya masih suka sama dia, saya juga tidak tahu alasan diputusin karna apa. Katanya sudah ada yang baru,” ungkap pelaku.

Ali mengatakan, dirinya tersulut emosi karena perkataan dari mantan kekasihnya dan cintanya sudah tidak diterima lagi oleh korban.

“Saya mau menyatakan cinta lagi, tapi dia tidak mau menerima saya,” kata Ali.

Setelah terlibat cek-cok, pelaku melakukan penusukan terhadap kedua korban, sehingga mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya.

Dalam kejadian ini Putri dilarikan di RSUP dr Kariadi akibat luka lima tusukan. Sementara David di Rumah Sakit Coloumbia untuk mendapatkan perawatan.

“Dalam keadaan mabuk, pelaku menusuk Putri dan kekasih barunya sebanyak lima di beberapa bagian tubuh korban,” kata Kapolsek Ngaliyan Kompol, Christian Crisye Lolowang saat gelar pers di Mapolsek Ngaliyan, Rabu (10/3/2021) siang.

Christian menambahkan, penusukan bermula ketika pelaku emosi kemudian cek-cok dengan korban lantaran cemburu mantan kekasihnya sudah mempunyai pasangan baru.

Kemudian, lanjut Christian, dia menjelaskan, pelaku ditangkap di tempat kejadian pada Selasa (9/3/2021) sekitar pukul 22.30. Sebelumnya pelaku sudah diamankan oleh warga.

Tersangka dapat dijerat dengan pasal 351 ayat 2 KUHP tentang UU perlindungan anak dan penganiayaan dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.