in

Pengakuan Anak Kandung Yang Aniaya Bapaknya Sampai Meninggal Cuma Gara-Gara Nota Penjualan

Pelaku penganiayaan ayah kandung hingga meninggal dunia sudah diamankan di Mapolrestabes Semarang.

 

HALO SEMARANG – Pelaku penganiayaan terhadap bapaknya sendiri di Warung Penyet Mayol depan Ruko Samping SPBU Sriwijaya Jalan Sriwijaya, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari pada Kamis (13/5/2021) sudah diamankan di Mapolrestabes Semarang.

Pelaku bernama Shandi Kurniawan Pratama (23) warga Tegalsari Perbalan, Kecamatan Candisari, Semarang. Pelaku mengaku dipukul terlebih dulu oleh korban atau bapak kandungnya sendiri bernama Nur Awan Agus Santoso (54), yang kemudian memicu emosinya.

Pelaku mengatakan, saat itu bapaknya dalam pengaruh minuman beralkohol dan dalam keadaan mabuk, kemudian marah dan memukulinya saat pelaku meminta tagihan nota hasil penjualan penyet.

“Saat saya minta tagihan nota penjualan, karena bapak dalam keadaan pengaruh alkohol kemudian bapak marah dan saya diserang dulu,” ucap pelaku, Kamis (19/5/2021).

“Saya disuruh bos saya minta nota ke bapak. Terus bapak malah marah lalu saya dipukul, kemudian saya balas hingga koma itu,” bebernya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menerangkan, kesalahpahaman terkait hasil penjualan nota dipicu oleh pelaku yang tidak percaya kepada korban tentang omzet penjualan yang menurun.

Kemudian, lanjut Irwan, pelaku curiga lantaran uang yang didapatkan dari hasil penjualan di malam takbiran tidak sesuai.

“Inilah yang membuat anak ini curiga menjadi marah saat meminta bon hasil penjualan. Sebagai orang tua mungkin la kok anak ini tidak percaya, kemudian marahlah orang tuanya,” tuturnya.

Irwan menegaskan, pelaku tidak mempunyai alasan pembenaran karena sudah melakukan kekerasan terhadap orang tuanya yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

“Dengan menghilangkan nyawa orang lain ini, tentu merupakan tindak kejahatan,” katanya.

Telah diberitakan sebelumnya, pelaku menganiaya korban dengan memukul sebanyak dua kali pada bagian wajah lalu korban jatuh dan menendang kepala korban sebanyak tiga kali. Setelah kejadian itu pelaku melarikan diri.

“Korban mengalami luka berat di kepala kemudian meninggal pada Senin (17/5/2021) setelah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Roemani Semarang,” ucap Irwan Senin (17/5/2021).

Pelaku berhasil ditangkap oleh Unit Resmob dan Unit Ekonomi di rumah neneknya di Semarang tanpa perlawanan pada Kamis, (14/5/2021) pukul 10.00 WIB.

Saat ini Polisi sudah mengumpulkan barang bukti berula CCTV dan hasil visum dari Rumah Sakit Roemani.

Sementara pelaku diamankan di Mapolrestabes Semarang untuk proses lebih lanjut.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling
lama tujuh tahun.(HS)

Share This

Masa Pandemi, Peziarah Tetap Datangi Makam Jabal Kaliwungu

Bank Jateng Gandeng PMI Kabupaten Wonogiri, Luncurkan Donasi Digital Kemanusiaan Dengan QRIS