in

Pengakses Buku Digital di Boyolali Meningkat

Petugas perpustakaan ‘Remen Maos’ Kabupaten Boyolali lakukan penataan buku. Kamis (26/8). (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Pengakses buku digital di Perpustakaan Daerah Kabupaten Boyolali, selama masa pandemi dan PPKM, meningkat lebih dari 100 persen.

Buku elektronik koleksi Perpusda Boyolali, yang bisa diakses melalui ponsel pintar dan personal computer tersebut, rupanya jadi pilihan bagi masyarakat agar tetap dapat membaca buku.

Kecenderungan peningkatan jumlah pembaca tersebut, disampaikan Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Boyolali, Paiman.

Dia mengatakan berdasarkan data statistik, pengakses aplikasi ini meningkat drastis selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Disarpus Boyolali berinovasi dengan memberikan penghargaan pada masyarakat, yang sering mengakses iBoyolali.

“Kalau sebelum pandemi 100 kurang, jadi setelah pandemi ini iBoyolali malah meningkat kurang lebih ya 200,” kata Paiman, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Saat ini Perpusda Boyolali memiliki koleksi buku fisik sekitar 33.000 judul, 55.000 eksemplar. Adapun untuk koleksi buku digital, terdapat 3.018 judul 7.548 eksemplar.

Untuk buku digital, dapat diakses melalui aplikasi perpustakaan digital iBoyolali yang dilengkapi dengan fitur media sosial dan bisa diakses melalui telepon pintar, tablet, laptop, dan dekstop. Aplikasi ini bisa diunduh di Playstore telepon pintar Android atau bisa melalui dekstop www.iboyolali.id.

Pelayanan Perpusda Boyolali, selama pandemi Covid-19, dibatasi dari pukul 08.00-16.00 WIB pada hari Senin sampai Kamis. Untuk Jumat dari pukul 08.00 – 11.30 WIB, dan Sabtu serta Minggu libur.

“Selebihnya di luar jam kantor bisa mengakses lewat e-book kita melalui iBoyolali. Kalau untuk pelayanan iBoyolali itu kan 24 jam full, tanpa melihat tempat, waktu, jadi bisa mengakses,” katanya.

Untuk pelayanan pada pengunjung, tetap mengutamakan protokol kesehatan. Secara teknis, untuk jumlah pengunjung dibatasi hanya 50 orang di dalam ruangan. Pembatasan dilakukan dengan cara membagikan kunci loker.

Untuk ketersediaan masker dan hand sanitizer, Disarpus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, sehingga jika ada pengunjung yang tidak memakai masker akan diberikan masker oleh petugas perpustakaan. Selain itu, ketika memasuki ruangan pengunjung akan diperiksa suhu badannya.

“Kalau suhunya itu lebih dari 37, kami suruh duduk dulu, kami beri minuman biar tenang dulu, kalau sudah normal boleh masuk. Namun kalau suhunya masih diatas 37, tetep kami tidak menerima untuk masuk. Jadi tetep prokes kami tetep ketat pelayanan ini,” terangnya.

Diungkapkan salah satu pengunjung Perpusda Boyolali, Helda Adya Khodama, pelajar SMK 1 Boyolali, mengaku terbantu dengan adanya layanan wifi gratis untuk mengerjakan tugas sekolah daringnya.

“Alhamdulillah sangat membantu ya. Mungkin kalau belum dapat (bantuan kuota) dari pemerintah, bisa mengerjakan di sini bersama teman-teman. Enak banget, nyaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali Darmanto, mengatakan bahwa pembelajaran untuk tingkat PAUD, TK, SD dan SMP di Kabupaten Boyolali, selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tetap dilaksanakan secara daring. (HS-08)

Share This

Gandeng BNNP Jateng, Lapas Semarang Gelar Assesment Akhir Rehabilitasi Sosial

Dibatasi Banyak Aturan, Mall dan Pusat Perbelanjaan di Solo Diizinkan Dibuka