in

Penerbangan Balon Udara Raksasa di Wonosobo Digagalkan

Tim gabungan patroli balon udara Polres Wonosobo, bersama forum komunikasi pimpinan Kecamatan (Forkompinca) Kalikajar, menggagalkan upaya penerbangan balon raksasa. Balon udara tersebut, kemudian disita tim gabungan. (Foto : Wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Tim gabungan Patroli Balon udara Polres Wonosobo bersama forum komunikasi pimpinan Kecamatan (Forkompinca) Kalikajar, menggagalkan upaya penerbangan dua balon raksasa. Dua balon udara tersebut, kemudian disita Tim gabungan patroli Polres dan pihak Kecamatan Kalikajar, untuk mencegah diterbangkan.

Camat Kalikajar, Bambang Triyono menyebut tim yang terdiri atas Kabag Ops Polres Wonosobo, Forkopimcam, anggota TNI/POLRI, Satgas Kecamatan dan relawan, tengah mengadakan kegiatan patroli pada hari pertama Idul Fitri 1442 H, saat menemukan upaya penerbangan tersebut.

“Patroli ini sudah kami laksanakan selama tiga hari, sejak sebelum Lebaran, demi mengantisipasi adanya upaya warga yang masih ingin menerbangkan balon berukuran besar,” kata Bambang, Selasa (18/5), seperti dirilis Wonosobokab.go.id.

Upaya untuk mencegah masyarakat menerbangkan balon udara itu, karena adanya peringatan dari AirNav Indonesia, perihal bahaya balon udara bagi pesawat yang melintas di atas wilayah Kabupaten Wonosobo dan sekitarnya.

“Ternyata tepat pada hari ketiga Lebaran atau Sabtu, 15 Mei 2021 lalu, masih ada warga yang berupaya menerbangkan balon udara secara sembunyi-sembunyi di beberapa desa,” kata dia.

Secara tradisi, wilayah Kecamatan Kalikajar dan Kertek memang menjadi basis bagi banyak pencinta balon udara. Namun setelah melaui proses kejar-kejaran dengan warga yang hendak menerbangkan balon tersebut, akhirnya belasan balon udara berhasil disita.

Ketika diamankan, beberapa balon udara itu siap diterbangkan. Bahkan dua di antaranya sudah dalam proses diterbangkan. Seluruh balon udara tersebut disita oleh tim, sedangkan untuk para warga yang hendak menerbangkan balon dilakukan pembinaan secara langsung di tempat kejadian.

Dalam aturannya, bagi yang melanggar aturan akan dilakukan tindakan tegas sesuai UU No 1 Tahun 2009, pada Pasal 144. Aturan itu menyebutkan bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi pidana paling lama dua tahun penjara atau denda sebanyak-banyaknya Rp 500 juta.

Agenda Patroli Hari pertama dilakukan sejak hari H Lebaran dan tim tidak menemukan balon yang terbang di wilayah Kalikajar, namun ditemukan hanya pada hari ketiga tersebut. (HS-08)

Share This

Menurut Polisi, Terbaliknya Perahu Wisata WKO Karena Kelebihan Muatan

Kerja Sama dengan Anak BUMN, Cilacap Tingkatkan Kapasitas Produksi IPA Kesugihan