in

Penerapan Protokol Kesehatan Mal di Kota Semarang Terus Diawasi

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam ketika menijau salah satu mal di Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Seiring penurunan level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Kota Semarang dari level 4 menjadi level 3, salah satu poin yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang adalah dibukanya kembali pusat-pusat perbelanjaan.

Guna memastikan protokol kesehatan dijalankan secara maksimal, beberapa waktu lalu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun melakukan peninjauan ke salah satu mal di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Di samping meninjau jalannya program vaksinasi yang juga dilangsungkan di beberapa mal di kota Semarang, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu juga memantau pemberlakuan protokol kesehatan usai diperbolehkannya mal-mal beroperasi kembali. “Alhamdulillah, secara umum pengelola mal sudah siap dan tertib dalam memenuhi ketentuan protokol kesehatan,” ujar Hendi.

Secara umum pengelola mal di Kota Semarang sudah tertib dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan sesuai Instruksi Mendagri, Kementerian Perdagangan dan Instruksi Wali kota Semarang khususnya terkait aturan-aturan yang berkaitan dengan pengelolaan pusat perbelanjaan di masa pandemi.

Hendi menerangkan sebelum diizinkan buka, pengelola mal sudah melakukan uji coba dan hasilnya lancar.

“Ada enam mal di Kota Semarang yang menjalani uji coba. Total 138 pusat perbelanjaan di Kota Semarang, Jakarta, Bandung dan Surabaya. Untuk di Kota Semarang hasil uji coba lancar, semua mal sudah ada barcode untuk pengunjung yang akan masuk,” lanjut Hendi.

Barcode yang dimaksud terdapat pada aplikasi peduli lindungi yang wajib diinstal di gawai atau smartphone. Dari barcode tersebut dapat dipantau jumlah pengunjung di mal sehingga tidak melebihi kapasitas.

“Di pintu masuk semua mal sudah disediakan scan barcode yang terkoneksi dengan aplikasi peduli lindungi. Sehingga pengunjung termonitor hanya yang sudah vaksin dan jumlah pengunjung juga termonitor tidak akan melebihi ketentuan,” terang Hendi.

Hendi berharap masyarakat dapat memahami bahwa prosedur untuk masuk mal, yang memang ada ketentuan dan harus dipenuhi. Untuk itu, bagi pengelola dan pekerja mal di Kota Semarang beberapa waktu telah dilaksanakan vaksinasi massal, hasil kerja sama Polrestabes Semarang dan Pemkot Semarang.

Diharapkan dengan pengelola mal dan pengunjung yang sudah divaksin, serta penerapan protokol kesehatan yang ketat, mal-mal dapat beroperasi dengan baik dan masyarakat merasa aman dan nyaman selama berbelanja.

“Harapannya dengan mulai beroperasinya mal-mal memberi dampak positif terhadap kebangkitan perekonomian khususnya di Kota Semarang tanpa kemudian menimbulkan klaster penularan Covid-19 yang baru,” pungkasnya.(HS)

Share This

Laksanakan Perintah Ganjar, ASN Pemprov Langsung Borong 1,1 Ton Cabai

PPKM Level 3, Forum Penyelenggara Event di Kendal Meminta Kelonggaran