in

Penerapan PPKM Di Kendal, Pedagang Yang Masih Buka Di Atas Pukul 21.00 WIB Akan Diberi Sanksi Denda

Penertiban pedagang di sekitar Alun-alun Kendal saat Pemberlaluan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

 

HALO KENDAL – Penerapan sanksi Pemberlaluan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kendal ternyata tidak main-main. Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Kendal mulai tegas memberikan sanksi kepada pelaku usaha yang melanggar pembatasan jam malam.

Seperti sanksi yang diberikan kepada pelaku usaha martabak di Jalan Habiproyo, Kendal, yang membandel dan tetap buka di atas pukul 21.00 WIB.

Pedagang tersebut disanksi untuk membayar denda karena melanggar aturan.

Kasi Patroli dan Pengawalan pada Satpol PP Kendal, Purwanto menerangkan, sanksi yang diberikan sesuai Perbup Nomor 67 Tahun 2020 yaitu sanksi administrasi berupa denda minimal Rp 100.000 sampai Rp 500.000.

“Kami ambil tindakan sanksi tegas ini untuk pelaku usaha yang membandel dan sebelumnya sudah diberi peringatan,” terangnya.

Dikatakan, pemberian sanksi ini sebagai shock terapi supaya tidak mengulangi lagi dan selalu menaati peraturan.

“Sanksi diberikan sejak kemarin kepada pelaku usaha yang membandel, karena sebelumnya sudah diberi peringatan,” kata Purwanto.

Dijelaskan, selama masa PPKM mulai tanggal 11-25 Januari 2021, Pemkab Kendal memberlakukan jam malam bagi pelaku usaha.

“Untuk pedagang kaki lima, rumah makan, toko dan cafe batas maksimal jam buka sampai pukul 21.00 WIB. Untuk toko modern maksimal pukul 20.00 dan untuk swalayan maksimal pukul 19.00 WIB,” jelas Purwanto.

Purwanto menambahkan, sanksi juga diberikan kepada warga yang tidak menggunakan masker.

Tujuan utama pemberian sanksi adalah supaya masyarakat menyadari pentingnya protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Sanksinya berupa denda minimal Rp 50 ribu dan maksimal Rp 200.000. Bagi anak-anak yang masih di bawah 17 tahun diberi sanksi sosial, seperti menyanyi lagu Indonesia Raya atau push-up,” pungkasnya.(HS)

Share This

Terima 351 DNA, Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi 24 Korban Jatuhnya Sriwijaya Air

Dico Siap Kolaborasi Dengan Ansor untuk Bangun Kendal