Penembakan Mobil Alphard di Surakarta, Berawal Dari Masalah Bisnis

Foto : Tribratanews.jateng.polri.go.id

 

HALO SURAKARTA – Polresta Surakarta mengungkap fakta baru dalam kasus penembakan mobil Alphard, milik seorang pengusaha tekstil di Solo, Jawa Tengah.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, SIk, Msi menjelaskan, motif tersangka LJ (72) menembak mobil korban I (72) sebanyak delapan kali, adalah karena permasalahan bisnis.

Pada 2008, tersangka mengagunkan aset tanah dan bangunan miliknya ke bank. Karena tidak bisa membayar kewajiban angsuran, akhirnya bank melelang aset tanah dan bangunan milik tersangka tersebut.

“Lelang pada saat itu dimenangkan oleh saksi korban I senilai Rp 10 miliar,” kata Kapolresta Surakarta, dalam konferensi pers di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (4/12).

Kemudian tersangka melalui beberapa rekannya, mendapatkan informasi bahwa aset tanah dan bangunan tersebut, sebenarnya bisa bernilai sampai Rp 26 miliar.

“Inilah yang kemudian diklaim tersangka, sebagai hutang yang harus dibayar oleh korban terhadap tersangka, sebesar Rp 16 miliar. Padahal dengan diagunkannya aset tanah dan bangunan milik tersangka, dan kemudian dimenangkan oleh korban, sebenarnya hubungannya itu sudah tidak ada,” kata Kapolresta Surakarta.

Di sisi lain, berdasarkan hasil penggeledahan di rumah tersangka di Kecamatan Jebres, polisi menemukan senpi laras panjang merek SNW berikut satu magazin kosong, dan tiga kotak amunisi tajam peluru kaliber 22 mm.

Masing-masing kotak amunisi berisi 42 butir kaliber 22 mm filosif standar, 50 butir amunisi peluru tajam kaliber 22 mm standar plus dan 43 butir kaliber 22 mm hallow point.

“Hasil penggeledahan ini sudah diserahkan ke Wasendak Dit Intelkam Polda Jateng,” ungkap Kapolresta Surakarta.

Saat ini, tersangka LJ sudah ditahan di Rutan Polresta Surakarta.

“Yang bersangkutan kami kenakan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Di mana adanya rencana atau tindak pidana pembunuhan, yang mana belum sempat terjadi, bukan karena itikad kemauan pelaku, tapi karena reaksi dari saksi, yang saat itu melajukan kendaraannya untuk menghindari tembakan pelaku,” kata Kapolresta Surakarta. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.