in

Penelitian Klaster Utama Penelitian BOPTN (Non PTNBH), UPGRIS Peringkat Satu Jateng

LPPM UPGRIS Gelar Workshop Penelitian bersama Ristekdikti (tengah Rektor UPGRIS, Dr Muhdi, MHum).

 

HALO SEMARANG – Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan baru-baru ini merilis pengumuman penerima pendanaan penelitian di perguruan tinggi tahun anggaran 2021.

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) meraih peringkat tujuh nasional Perguruan Tinggi Penerima Hibah Penelitian BOPTN (Non PTNBH) Tahun 2021 pada klaster utama.

Selama ini UPGRIS melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus berupaya meningkatkan budaya penelitian dan pengabadian kepada masyarakat.

Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum mengatakan, dengan capaian ini merupakan bukti jika UPGRIS adalah kampus yang terbaik secara nasional. Tri Dharma perguruan tinggi di UPGRIS sudah tercapai dengan sangat baik.

Terlebih, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya prestasi pendidikan mahasiswa saja yang membanggakan. Akan tetapi, dosen dengan capaian hasil penelitian secara nasional juga hasil yang luar biasa.

“Terciptanya budaya akademik yang sehat dan terukur menjadikan kampus UPGRIS menjadi kebanggaan secara nasional. Dukungan dan kerja sama dari masyarakat menjadi bukti nyata jika UPGRIS mendapat perhatian yang sangat baik. Semoga hasil penelitian ini menjadi manfaat bagi masyarakat luas,” imbuh Muhdi.

Sementara itu, Ketua LPPM UPGRIS Dr Senowarsito MPd bersyukur di tengah-tengah pandemi dosen UPGRIS masih semangat untuk melaksanakan penelitian.

“Tahun ini penelitian UPGRIS mengalami peningkatan yaitu peringakat tujuh secara nasional. Sedangkan di Jawa Tengah UPGRIS raih peringat pertama. Peringat ini nasional sudah optimis prestasi ini akan tercapai,” ucapnya.

Pendanaan penelitian ini merupakan bagian dari dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Tahun 2021 sebesar Rp 1,09 triliun. Anggaran tersebut dibagi menjadi dana penelitian untuk PTN Non-Badan Hukum dan PTS sebesar Rp 632 miliar (58%), dana pengabdian masyarakat untuk PTN dan PTS sebesar Rp 63 miliar (6%), dan dana penelitian untuk PTNBH sebesar Rp 400 miliar (36%).

“Banyak hal yang telah dilakukan LPPM UPGRIS untuk mendorong penelitian terapan unggulan perguruan tinggi. Sebanyak 22 proposal tahun ini lolos sehingga UPGRIS mendapat anggaran Rp 3,9 Miliar dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional,” tutur Senowarsito.

Pada tahun ini UPGRIS menerima penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diberikan terhadap kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Covid-19
Capaian prestasi ini adalah jumlah peserta terbanyak secara nasional.

Hal ini menjadikan kebanggan UPGRIS bahwa mahasiswa peduli dan hadir ketika ada bencana virus korona untuk membantu masyarakat.

Mengutip dari laman https://www.ristekbrin.go.id/ Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengumumkan Pendanaan Penelitian untuk Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) Tahun 2021 sebesar Rp 400 miliar bertempat di The Westin Jakarta.(HS)

Share This

Pandemi Belum Berakhir, GP Ansor Singorojo Tunda PKD

Peluang Raih Kemenangan Keenam Tanpa Putus