Pendidikan di Masa Pandemi Harus Fokus Peningkatan Kompetensi Siswa

Perluasan Akses Pendidikan Melalui Virtual Sebagai Perwujudan Sekolah Tanpa Sekat di Jawa Tengah. (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pembelajaran jarak jauh sebagai alternatif sistem pendidikan di masa pandemi, seharusnya fokus untuk meningkatkan kompetensi siswa dan mengacu pada kebutuhan siswa.

“Pendidikan di masa pandemi harus fokus pada peningkatan kompetensi siswa. Karena pendidikan memang untuk siswa,” ujar Ketua Sekolah Lawan Corona, Rizqy Rahmat Hani.

Dalam webinar bertajuk “Perluasan Akses Pendidikan Melalui Virtual Sebagai Perwujudan Sekolah Tanpa Sekat di Jawa Tengah”, seperti dirilis Jatengprov.go.id Senin (2/11), dia mengatakan pandemi mengharuskan pendidikan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh. Sehingga dunia pendidikan perlu melakukan adaptasi dengan sistem tersebut.

“Pembelajaran bukan hanya berbicara konten, tetapi juga perlu peningkatan kompetensi siswa. Sehingga setelah lulus mereka mampu bersaing secara global,” paparnya.

Ditambahkan, untuk menunjang penerapan kurikulum dalam sistem PJJ, guru perlu melibatkan orang tua dan siswa.

“Selama ini, siswa dan orang tua tidak pernah dilibatkan. Nah, ini saatnya mereka dilibatkan. Ini untuk memetakan kondisi siswa dan orang tua. Hasilnya nanti sebagai landasan RPP,” imbuh Rizqy.

Menurutnya, Sekolah Melawan Corona adalah sebuah inisiasi membantu sekolah dalam melaksanakan PJJ di masa pandemi.

“Nantinya anak lebih mandiri, bukan hanya hapalan,” ucap Rizky.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Padmaningrum mengutarakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran terkait pola pendidikan di masa pandemi.

“Kami sudah mengeluarkan surat edaran tentang pendidikan di masa pandemi. Di dalamnya juga tertuang soal teknis pembelajaran jarak jauh, salah satunya penyederhanaan kurikulum,” bebernya.

Dijelaskan, pelaksanaan PJJ di Jawa Tengah akan terus dievaluasi untuk perbaikan-perbaikan.

“Kami terus melakukan evaluasi jalannya PJJ,” tandasnya.

Padma menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah membuka kelas virtual bagi anak-anak putus sekolah karena persoalan ekonomi. Program yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tersebut sebagai langkah konkret terkait problem pendidikan. Padan tahun ajaran 2020/2021 ini, kelas virtual diampu di dua sekolah, yakni SMAN 1 Kemusu Boyolali dan SMAN 3 Brebes. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.