in

Pendataan Pedagang Pasar Johar Diperpanjang Hingga 14 Juni 2021

Pedagang Pasar Johar mengecek kepemilikan kios/lapak ke petugas validasi pendataan pedagang di Kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang, Kamis (10/6/2021).

 

HALO SEMARANG – Masih banyaknya jumlah pedagang Pasar Johar yang belum tervalidasi pada pendataan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang, membuat batas waktu pendataan diperpanjang selama empat hari ke depan. Yakni sampai tanggal 14 Juni 2021 yang rencana awalnya proses pendataan atau input data pedagang pasar Johar ditutup sampai hari Kamis ini atau 10 Juni 2021.

Plt Kasi Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang, YB Mahambara mengatakan, perpanjangan proses input data pedagang Johar karena masih banyak pedagang yang terkendala saat melakukan input data di relokasi MAJT. Salah-satunya, karena hilangnya bukti kepemilikan kios/lapak berupa Surat Izin Pemakaian Tempat Dasaran (SIPTD), maupun surat relokasi.

“Jika bukti SIPTD maupun surat relokasi hilang atau terbakar, maka pedagang terlebih dulu mengurus surat kehilangan dari pihak kepolisian. Selain itu, pedagang juga harus membawa KTP dan KK,” katanya, saat ditemui, Kamis (10/6/2021).

“Biar clear, ini juga untuk bahan penelusuran kami dalam mengecek pemegang izin kios/los yang lama. Dan untuk melihat data ke pemilikan di dinas, apakah ada atau tidak. Agar memudahkan untuk input pedagang di aplikasi Pendawa.Semarang kota.go.id,” sambungnya.

Setelah dicek kepemilikannya, lanjut dia, data pedagang akan diinput ke aplikasi e-pandawa. Nanti pedagang membawa surat rekomendasi dari Dinas Perdagangan bahwa mereka memang benar sebagai pemegang izin kios/lapak di Pasar Johar.

“Di sana (Relokasi MAJT-red-) akan ada pendampingan dari tim validasi data pedagang, jadi tidak perlu khawatir ada pedagang yang belum bisa menginput mandiri. Rata-rata perhari pedagang yang bermasalah saat input mandiri ada 50-100 pedagang. Sejak dibuka pada awal Juni 2021 lalu, sampai tanggal 10 Juni 2021 total ada 300 pedagang. “Kebanyakan mereka kesulitan input di MAJT, kemudian menanyakan/mengecek ke sini untuk memastikan apakah los/kiosnya ada atau tidak,” imbuhnya.

Salah satu pedagang, Jauhar mengatakan, dirinya punya lapak kosmetik di Pasar Johar yang terbakar. Lalu, saat ini berjualan di relokasi MAJT. Menurut dirinya, cukup mudah saat melakukan pendataan pedagang.

“Ini sudah saya cek kalau data pedagang atas nama saya ada datanya. Tapi karena terkendala saat input di MAJT karena berkas atau bukti SIPTD hilang, maka saya tidak bisa melakukan validasi data pedagang. Saya diminta untuk mengurus dulu surat kehilangan dari kepolisian, baru nanti dibantu petugas validasi untuk dimasukkan data saya,” katanya, saat ditemui di lokasi, Kamis (10/6/2021).

Sementara itu, Ketua PPJP Pasar Johar, Surahman mengatakan, sampai saat ini sudah ada sekitar 4000 pedagang Pasar Johar yang sudah melakukan validasi data pedagang.

“Dari total 7.000an pedagang. Dan sisanya masih akan menyusul untuk validasi pendataan karena ada perpanjangan proses input data hingga 14 Juni 2021 mendatang. Saya harap semua pedagang baik itu yang memiliki hak atas kios/los atau pancakan semuanya melakukan input data. Sehingga jangan sampai ada pedagang yang memang berdagang di Pasar Johar tapi tidak kebagian tempat untuk berjualan,” pungkasnya.(HS)

Share This

Tak Bermasker, Warga di Batang Diminta Nyanyikan Lagu Nasional

Rutin Cetak Wirausahawan Mudam Mark Plus Inc Anugrerahu Udinus Penghargaan