Pendapatan Negara Tumbuh Positif 0,7 Persen pada Februari 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)

 

HALO SEMARANG – Kondisi perekonomian pada Februari 2021, menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang semakin kuat. Hal tersebut dapat dilihat dari realisasi pendapatan negara, hingga akhir Februari 2021, yang mencapai Rp 219,2 triliun atau 12,6 persen dari target APBN sebesar Rp1.743,6 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pendapatan Indonesia sudah tumbuh 0,7 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan dengan Februari 2020, di mana pendapatan negara mengalami kontraksi 0,1 persen. Padahal saat itu, wabah Covid-19 belum melanda Indonesia.

Realisasi pendapatan negara sebesar Rp 219,2 triliun tersebut, terdiri atas penerimaan perpajakan Rp 181,8 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 37,3 triliun, dan hibah Rp 0,1 triliun.

Penerimaan perpajakan tersebut, tumbuh 1,7 persen dari tahun lalu sebesar Rp 178,6 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan penerimaan kepabeanan dan cukai, yang mencapai Rp 35,6 triliun atau tumbuh 42,1 persen, dibandingkan periode sama tahun lalu.

Penerimaan pajak mencapai Rp 146,1 triliun atau terkontraksi 4,8 persen dibandingkan Februari 2020 sebesar Rp153,6 triliun. Tetapi, secara bulanan penerimaan pajak masih tumbuh lebih baik.

Secara month to month (mtm), penerimaan neto mayoritas jenis pajak membaik. Selain itu, penerimaan neto mayoritas sektor usaha juga menunjukkan perbaikan.

“Berdasarkan sektor usaha dan ini juga menunjukkan sesuatu yang sangat positif dan perlu untuk kita terus akselerasi. Industri pengolahan yang selama ini memberikan kontribusi perpajakan sangat besar atau dominan, bulan Februari menunjukkan pajaknya tumbuh 10,7 persen, bandingkan bulan Januari yang kontraksi 4,25 persen. Ini berarti mengkonfirmasi berbagai impor dan manufaktur yang meningkat” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati, seperti dirilis Setkab.go.id.

Akselerasi program vaksinasi yang semakin luas, juga diharapkan mampu mendorong optimisme lebih lanjut dalam upaya pemulihan ekonomi dan menjaga sektor kesehatan.

“Program vaksin yang akan terus diakselerasi, terutama dengan seiring meningkatnya suplai vaksin, diharapkan akan memberikan momentum pemulihan dan juga menciptakan confidence yang lebih baik kepada seluruh segmen ekonomi kita,” ujarnya.

Pemerintah juga menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan peran kebijakan fiskal dan APBN. Pemerintah terus melanjutkan stimulus fiskal untuk mendukung pemulihan ekonomi dan melakukan reformasi struktural untuk menjaga optimisme dan harapan bagi pemulihan kesehatan dan ekonomi masyarakat.

“APBN selama ini masih menjadi instrumen yang luar biasa penting dan bekerja luar biasa keras untuk melindungi rakyat, untuk menangani dan menanggulangi Covid-19, dan untuk memulihkan ekonomi. Ini adalah tiga tujuan yang luar biasa penting dan jelas ini membuat APBN harus melakukan tugas negara yang luar biasa sangat penting, menangani Covid-19, melindungi rakyat, dan memulihkan ekonomi,” tandas Menkeu. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.