Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Pendaftaran Calon Perseorangan Pilwakot Semarang Dibuka 19-23 Februari 2020

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom.

 

HALO SEMARANG – Pendaftaran calon perseorangan untuk Pilwakot Semarang akan dibuka oleh KPU Kota Semarang mulai 19-23 Februari 2020.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, saat ini KPU Kota Semarang masih membuka help desk atau pelayanan bagi masyarakat yang ingin bertanya-tanya terkait jalur perseorangan.

“Sejauh ini kalau tanya-tanya ya ada. Tapi yang tanya-tanya itu masuk dalam kategori serius atau tidak nanti baru tahu kalau mereka daftar. Mereka kalau bermiat mendaftar, sebelumnya harus menyerahkan surat mandat,” kata Nanda, sapaan akrab Ketua KPU, Selasa (11/2/2020).

Disebutkan, saat ini memang ada satu orang yang menyerahkan surat mandat dan rutin berkonsultasi kepada KPU terkait pencalonan perseorangan. Pihaknya pun menunggu keseriusan orang tersebut, dengan dibuktikan saat pendaftaran nanti.

Menjelang pendaftaran calon jalur perseorangan, KPU Kota Semarang pun terus melakukan persiapan. KPU lebih menekankan untuk sosialisasi terkait pencalonan perseorangan melalui forum group discussion (FGD).
Sementara persiapan teknis, pihaknya menyiapkan tim untuk verifikasi administrasi.

“Kami memberikan info manakala masyarakat menjadi pendukung calon perseorangan. Terkait teknis, kami menyiapkan tempat untuk verifikasi administrasi karena setelah pendaftaran nanti akan ada verifikasi,” terang Nanda.

Lebih lanjut, Nanda memaparkan, bagi masyarakat yang hendak mencalonkan diri melalui jalur perseorangan harus mengantongi berkas dukungan minimal 76.445 dibuktikan dengan salinan E-KTP. Berkas dukungan tersebut minimal harus tersebar di sembilan kecamatan.

“Mereka juga harus memastikan bahwa data dukungan tersebut sudah terupload beserta formulir B1 KWK. Semua dukungan harus terunggah karena itu untuk dijadikan dasar mengecek kegandaan, misal di domisili KTP di Jakarta itu tidak boleh,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin sudah mewanti-wanti terkait manipulasi data saat pendaftaran yang bisa saja terjadi. Karena itu, pihaknya meminta KPU Kota Semarang agar lebih jeli melihat berkas pasangan calon dalam proses pendaftaran nanti.

“Pengawasan yang dilakukan Bawaslu dalam pendaftaran yakni proses yang dilakukan KPU bisa berjalan sesuai aturan, semisal persyaratan dari sisi calon, terkait ijazah apakah asli, didukung berapa orang, SKCK benar atau tidak, KTP asli atau tidak, syarat umur memenuhi sarat atau tidak,” sebutnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang