in

Pencurian Rubicon Jadi Kasus Menonjol Polda Jateng Dalam Operasi Sikat Jaran Candi 2021

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat menyerahkan barang bukti mobil Rubiccon kepada korban.

 

HALO SEMARANG – Jajaran Polda Jateng yang terdiri dari 35 Polres melakukan Operasi Sikat Jaran Candi tahun 2021. Kegiatan yang dilakukan mulai tanggal 11 Oktober hingga 31 Oktober itu, terdapat satu kasus menonjol yang berhasil diungkap.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menuturkan, operasi yang berhasil mengamankan 325 tersangka ini, Polda Jateng berhasil menyelesaikan kasus pencurian mobil mewah Jeep Rubicon milik Fery warga Sukoharjo.

“Kita berhasil mengungkap jaringan (pencurian) mobil mewah,” ujar Luthfi saat rilis kasus Operasi Sikat Jaran Candi 2021 di Mapolda Jateng, Selasa (2/11/2021).

Luthfi menjelaskan, dalam kasus ini, pihaknya mengamankan satu orang yang berperan sebagai “pemetik” mobil mewah tersebut. Orang itu, lanjut dia, dikendalikan oleh seorang nara pidana yang masih mendekam di Lapas Polda Metro Jaya.

“Terkait modus operandi yang bisa kita ungkap (pencurian) kendaraan mewah jenis Rubicon, di mana pelaku disinyalir pengendalinya adalah di tahanan Polda Metro,” bebernya.

Sementara itu, aksi pencurian mobil mewah tersebut terjadi pada Jumat (8/10/2021) di Perumahan Hunian 2 Desa Gentan, Baki, Sukoharjo. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menyebut, satu pelaku berhasil diamankan berperan sebagai pemetik.

“(Ditangkap) di Bandung sekitar dua pekan setelah kejadian di salah satu hotel dengan plat nomor yang sudah diganti,” tuturnya.

Djuhandani menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, B memerintah R untuk mencuri mobil mewah dengan mengirimkan lokasi keberadaan mobil targetnya dengan dibekali kunci duplikat.

“Di mana modusnya adalah menaruh GPS di dalam mobil. Kemudian para pemetik itu dikasih share lokasi dan kunci duplikat, sehingga pemetik bisa melakukan pengambilan berdasar petunjuk yang diberikan oleh pelaku dan saat ini berada di dalam tahanan Polda Metro,” bebernya.

Ia melanjutkan, terkait modus pemasangan GPS tersebut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan akan menelusuri terkait tempat-tempat yang diduga menjadi jaringan sindikat pencurian mobil mewah.

“Ini akan kita selidiki lebih lanjut. Kayaknya berkaitan dengan bengkel-bengkel. Tapi yang mana masih dipelajari ataukah bengkel resmi atau tidak, termasuk melalui jasa parkir atau pencucian atau lain sebagainya,” imbuhnya.

Sementata dalam melakukan aksinya, lanjut Djuhandani, pemetik mendapatkan upah Rp 50 juta dalam menjalankan aksinya. Namun upahnya belum diberikan lantaran pelaku berhasil diamankan.(HS)

Share This

Dorong Diversifikasi Pangan, Pemkot Semarang Tanam 6.100 Pohon Sukun

Melihat Langsung Adi Sinau Hurip Memanusiakan ODGJ