Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Penayangan Film “Bumi Manusia” di Semarang Disambut Antusias

Foto ilustrasi film Bumi Manusia.

HALO SEMARANG – Masih dalam suasana Peringatan Hari Kemerdekaan ke -74, sebuah film yang diadaptasi dari novel “Bumi Manusia” maha karya sastrawan asal Blora, Pramoedya Ananta Toer mencuri perhatian masyarakat sejak tayang perdana di bioskop-bioskop pada 15 Agustus 2019 lalu. Suasana di bioskop yang menayangkan layar film “Bumi Manusia” pun ramai dipenuhi penonton, tidak hanya para aktivis, pejabat, dan artis, namun juga membuat heboh di kalangan anak-anak muda.

Hal ini wajar karena salah satu pemeran utama di film Bumi Manusia, merupakan artis remaja yang tengah melejit, Iqbal Ramadhan (eks personel Coboy Junior) dengan peran Raden Mas Tirto Adhie, yang kemudian kerap dipanggil Minke. Perannya sangat memukau, khususnya saat beradu akting bersama Mawar Eva de Jong, sebagai Annelies Millema.

Sedangkan penayangan premier perdana film besutan Sutrada Hanung Bramantyo digelar di dua kota,  Yogyakarta dan Surabaya disambut antusias oleh masyarakat.

Begitu juga di Kota lainnya di Indonesia, seperti di Semarang, Makassar dan Jakarta serta kota lainnya. Di sejumlah gedung bioskop Semarang sendiri, di antaranya bioskop XXI DP Mall Semarang, XXI Mal Paragon, dan Mal Ciputra pun penonton harus mengantre, dan di dalam biskop selalu penuh. Di DP Mall, film Bumi Manusia diputar sedikitnya empat kali pemutaran tiap harinya. Yaitu pukul 11.00, 14.30, dan 18.00 serta 21.00.

Salah satu penonton, Alif mengatakan, film produksi Falcon Pictures ini meski berdurasi hampir tiga jam, namun tetap apik.

Karena banyak adegan yang ditunggu-tunggu penonton ditampilkan sangat bagus, terutama yang sempat membaca  novel karya Pramudya Ananta Toer.

“Durasi film dengan setting era kolonial ini lumayan panjang. Saat menonton di tengah-tengah penanyangan, saya kira filmnya sudah habis. Tapi ternyata masih ada lagi, ceritanya,” katanya, Senin (19/8/2019).

Adegan yang menurutnya paling berkesan, lanjut Alif, keberanian seorang Nyi Ontosoroh melawan tindakan pengadilan Eropa yang dinilai merugikan orang pribumi. Di mana meskipun seorang perempuan, tidak menyurutkan langkah Nyi Ontosoroh untuk memperoleh hak-haknyanya sebagai manusia meski nyawa sebagai taruhannya.

Seperti diketahui, film yang juga mendapat sambutan bagus dari para netizen, mampu menyedot jumlah penonton yang tayang di hari pertama pemutaran saja hampir mencapai 100 ribu  penonton.

Dan dari data filmindonesia.or.id, Film Bumi Manusia di hari kelima ini, Senin (19/8/2019) mencapai 400.000 lebih penonton, lalu disusul dengab jumlah penonton dari film lainnya yang berjudul Makmun, yang melejit dengan jumlah penonton 243 ribu lebih.

Selain pemeran utama, Iqbal dan Mawar Eva de Jong,  aktris lain juga ikut membuat film lebih bernyawa, adalah sosok Nyi Ontosoroh, yang diperankan oleh Ine Febrianti.

Ine, aktris asal Semarang ini menambah daya tarik di film Bumi Manusia, seperti yang disampaikan oleh sutradara Hanung, saat penayangan priemer filmnya di Surabaya belum lama ini kepada awak media.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang