in

Penataan Pasar Johar Molor, Disdag: Masih Terkendala Negosiasi Dua Kelompok Pedagang

ilustrasi foto: Acara syukuran para Pedagang Johar Bassement lantaran sudah menerima Berita Acara Serah Terima (BAST) dari Dinas Pasar Perdagangan Kota Semarang. 

HALO SEMARANG – Penataan kawasan Pasar Johar oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang yang ditargetkan rampung sebelum Ramadan ternyata molor dari target yang ditentukan. Pasalnya, sampai saat ini belum semua blok di Johar Tengah, Utara, dan Selatan maupun Kanjengan ditempati oleh pedagang yang sudah memiliki Berita Acara Serah Terima (BAST) lapak.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis menjelaskan saat ini penataan pedagang Pasar Johar terus dilakukan mendekati momentum Idul Fitri yang ditunggu para pedagang untuk mencari keuntungan. Salah- satunya pihaknya bekerjasama dengan perwakilan pedagang untuk mengisi lapak yang masih kosong.

“Memang masih ada dua kelompok yang masih dalam pembicaraan, dinas sebenarnya memberikan satu kebijakan yang harapannya bisa diterima semua pihak,” terangnya, Rabu (6/4/2022).

Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan kebijakan karena situasi yang berbeda pula misalnya kebijakan zonasi dan jumlah lapak paska dilakukan pemugaran setelah terbakar.

Kemudian pengundian pedagang juga telah dilakukan, agar pasar cagar budaya ini bisa kembali menggeliat. Sehingga para pedagang yang sudah memiliki BAST tapi tidak menempati lapaknya langsung ditertibkan.

“Dari lapak yang sudah BAST kalau tidak ditempati langsung kita eksekusi, mulai dari Johar Tengah, Utara, ataupun Selatan dan Kanjengan agar bisa terisi pedagang lainnya,” jelasnya.

Ia melanjutkan, secara prosentase kawasan Johar Utara hampir 90 persen terisi pedagang, sementara di Johar Tengah sudah sekitar 70 persen dan Johar Selatan baru separuh terisi dari jumlah lapak yang ada dengan total 860 lapak.

“Harapan kami pedagang yang sudah punya BAST bisa ditempati. Kemarin di Johar Selatan yang bumbon sudah masuk, yang belum adalah pedagang jenis basah atau daging,” imbuhnya.

Menurut dia, pedagang basah ini akan pindah secara komunitas dalam waktu dekat. Belum lama ini sudah dilakukan syukuran kelompok pedagang untuk segera pindah.

“Kita utamakan lantai dua dan satu ini terisi dulu di lapak yang tidak ditempati, untuk lantai tiga dan empat nanti untuk dimasuki pedagang tahap kedua,” paparnya.

Kabid Penataan dan Penetapan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Ali Sofyan menjelaskan pada tahap pertama lalu Dinas Perdagangan dan Satpol PP Kota Semarang sudah mengeksekusi 109 lapak kosong yang belum ditempati. Akhirnya ada 39 pedagang yang melakukan klarifikasi.

“70 yang ada di Johar Tengah dan Utara yang kosong ini ditempati pedagang lainnya yang belum punya lapak. Sementara di Kanjengan ada 22 lapak berupa los dan kios yang belum lama ini kita tertibkan juga,” tambahnya.

Di Pasar Kanjengan dan Johar Selatan, kata Ali, saat ini sudah mulai ditempati pedagang. Khusus di lantai tiga dan empat nantinya akan diisi pedagang dalam undian tahap kedua, termasuk di Shopping Center Johar (SCJ). (HS-06)

Cegah Kelangkaan, Polri Awasi Distribusi BBM Pertalite

Bungahnya Mbah Dasromi, Ganjar Datang Bawa Bantuan Rehab Rumah Tak Layak Huni