in

Penanganan Stunting, TP PKK Datangi Rumah Warga Jungsemi Kangkung

Ketua TP PKK Kangkung Nurul Adhi Prasetyo saat berbincang dengan salah satu warga yang anaknya didiagnosa menderita stunting, di Desa Jungsemi Kangkung, Selasa (16/11/2021)

 

 

HALO KENDAL – Pemerintah Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan Kangkung menggencarkan pencegahan stunting dengan mengunjungi rumah-rumah warga untuk mengetahui perkembangan anak penderita stunting.

Seperti yang dilakukan Ketua TP PKK Kecamatan Kangkung, Nurul Ardhi Prasetyo bersama Ketua TP PKK Desa Jungsemi, Siti Nur Dasuki dan Bidan Desa Jungsemi, Ratih Fibriyanti beserta penurus TP PKK lainnya dengan mendatangi rumah warga yang terdapat penderita stunting di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Selasa (16/11/2021).

Rombongan dengan mengendarai sepeda motor berkeliling Desa Jungsemi dan mendatangi satu persatu rumah warga sesuai data yang dimiliki Bidan Desa.

Ketua TP PKK Kangkung, Nurul Ardhi Prasetyo mengatakan, beberapa balita yang dikunjungi didiagnosa stunting. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya stunting.

“Jadi bukan hanya faktor ekonomi saja penyebabnya. Bisa juga karena faktor pengetahuan orang tua atau ibu. Seperti beberapa yang kita kunjungi tadi, ada karena faktor kehamilan yang sudah bermasalah, kemudian lingkungan tidak mendukung dan pola asuhnya,” terang Nurul.

Untuk itu, lanjutnya yang terpenting adalah kesadaran orang tua untuk memberikan nutrisi atau makanan yang baik kepada anaknya.

Untuk itu sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Kangkung dirinya berharap tidak ada penambahan jumlah stunting, khususnya di Kecamatan Kangkung, yakni dengan cara mengejar perbaikan gizi untuk para balita.

“Jadi dengan kegiatan door to door, yang dimulai dari Desa Jungsemi ini dan nantinya ke desa yang lain, bisa mencagah angka stunting di Kangkung. Karena kalau sudah terlanjur stunting tidak bisa diobati. Hanya kita harus meningkatkan perbaikan gizinya,” ujarnya Nurul.

Sementara itu, Bidan Desa Jungsemi, Ratih Fibriyanti mengatakan, dalam mencegah stuntinf di desanya. Pihaknya sudah koordinasi lintas program, bersama, petugas gizi, kemudian bagian penyakit P2P. Menurutnya di Desa Jungsemi sendiri tercatat ada 20 balita yang menderita stunting.

“Untuk setiap hari Kamis, dari petugas gizi menggerlar konseling gizi, kemudian setiap bulan juga diadakan kunjungan rumah untuk anak-anak stunting, ataupun gizi buruk atau kurang gizi, dari programer gizi. Kita juga punya program Tes Mantok atau untuk memdeteksi apakah punya penyakit lain,” terangnya.

Ketua TP PKK Desa Jungsemi, Siti Nur Dasuki menambahkan, pihaknya akan mengusulkan kepada kepala desa untuk menambah anggaran dari dana desa untuk dialokasikan pencegahan stunting.

“Tambahan alokasi dari dana desa misalnya untuk pemeriksaan laborat untuk penderita stunting, apakah ada penyakit lain yang diderita balita. Jadi biar jelas diagnosanya. Karena selama ini warga terbentur masalah biaya,” ungkap istri Kades Jungsemi, Dasuki.

Sementara itu, Camat Kangkung melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Nita Noviyanti menjelaskan Upaya penanganan stunting dilaksanakan melalui pembinaan penyusunan perencanaan kegiatan pada saat musyawarah desa membahas Rencana Kerja Pemerintah Desa.

Dalam kegiatan tersebut, menurutnya sekaligus sosialisasi pada saat musdes yang dihadiri dari para lembaga desa dan tokoh masyarakat yang harapannya turut menyebarluaskan informasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bersama-sama dalam penanganan stunting.

“Dengan pendampingan penyusunan dan perencanaan, bertujuan penganggaran dan pelaksanaan penanganan stunting di desa bisa efektif dan tepat sasaran. Selain itu, bisa sinergi dengan program dan perencanaan Pemkab Kendal,” ujarnya. (HS-07)

Share This

Pengunjung Minta Akses Jalan Masuk ke Kampung Jawi Diperbaiki

Pimpinan Baznas Kendal Dilantik, Ini Harapan Bupati