Penanganan Limbah Medis Covid-19 Kendal Diserahkan Kepada Pihak Ketiga

Foto ilustrasi limbah medis.

 

HALO KENDAL – Limbah medis kategori infeksius, termasuk limbah penanganan pasien Covid-19 yang dihasilkan dari semua fasilitas kesehatan (Fakes) di Kendal, kini ditangani dan dikelola secara khusus untuk dikumpulkan dan dimusnahkan oleh pihak ketiga.

Tentunya pihak ketiga ini yang telah memiliki izin, baik itu pengelolaan, penyimpanan, pengumpulan maupun pemusnahan limbah kategori berbahaya tersebut.

Kasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) DLH Kendal, Budi Bowo Leksono mengatakan, pengelolaan limbah medis tersebut mulai dari, penyimpanan, pengumpulan dan pemusnahan limbah medis menjadi tanggung jawab Fakes sebagai penghasil limbah.

“Fakes yang dimaksud yakni semua klinik dan rumah sakit. Nantinya pihak ketiga yang diberi wewenang untuk memusnahkan limbah tersebut dengan cara dibakar atau ditimbun,” terangnya, Rabu (23/9/2020).

Dijelaskan, nantinya pihak DLH yang bertugas untuk mengawasi kegiatan, melakukan bimbingan teknis dan bila diperlukan memberikan sanksi bagi yang melanggar komitmen maupun persyaratan teknis.

Untuk jenis limbah medis, kata Budi, ada yang berbentuk cair dan padat. Limbah cair seperti dihasilkan dari kegiatan pemeriksaan gigi, penambalan gigi, dan hasil laboratorium yang mengandung unsur kimia.

“Sedangkan limbah medis bentuk padat, di antaranya berupa perban, masker, jaringan manusia, tempat barang kimia,” jelasnya.

Budi juga mengungkapkan, pengumpulan limbah medis ini, dibedakan dari limbah domestik biasa.

“Mengingat sifatnya, kalau limbah medis jika dalam pengelolaan tidak dilakukan dengan benar, maka akan bereaksi dan mengakibatkan kebakaran maupun ledakan. Di samping itu juga bisa mencemari lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Untuk sanksi yang diberikan, lanjut Budi, jika ada pihak yang tidak memenuhi persyaratan maupun tak berizin dalam hal pengelolaan limbah ini bisa dikenai sanksi.

“Baik sanksi administarif hingga pembekuan dan pencabutan izin lingkungan kepada yang bersangkutan,” imbuhnya.

Sementara untuk sampah berupa masker yang dibuang warga di tempat sampah, penanganannya akan disamakan dengan sampah domestik, yakni diangkut di truk pengangkut sampah untuk dibuang ke TPA.

“Tapi untuk limbah masker yang digunakan oleh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang karantina mandiri di rumah akan diawasi oleh petugas puskesmas. Nantinya pihak puskesmas yang memusnahkan limbah tersebut,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.