Pemuda Sering Jadi Sasaran Penyebaran Paham Radikal, BNPT Ajak Dunia Pendidikan Lindungi Generasi Muda

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH mengunjungi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). (Foto : bnpt.go.id)

 

HALO SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyambagi sekolah dan universitas di Indonesia, untuk menyampaikan kewaspadaan terhadap paham radikal intoleran dan terorisme.

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH, mengatakan saat ini generasi muda sering manjadi sasaran penyebaran paham radikal intoleran dan terorisme.

Mereka berupaya mempengaruhi, dengan cara menyebarkan berbagai pesan melalui dunia maya, agar genenerasi muda mengalami disorientasi informasi.

“Kami tidak mau anak muda mengalami disorientasi informasi, di mana mereka kehilangan arah, karena upaya dari kelompok radikal sekarang dari jarak jauh atau dunia maya, ini menjadi kerentanan yang kita harus hindari. Generasi muda harus bisa membedakan mana yang terorisme, mana yang Amar Ma’ruf Nahi Munkar,” ujar Kepala BNPT.

Lanjut dia, menyelesaikan permasalahan bangsa seperti radikal intoleran dan radikal terorisme membutuhkan persamaan visi dan komitmen dari seluruh pihak.

Hal itu diungkapkan Komjen Polisi Dr Boy Rafli Amar MH, saat menyambangi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Selasa (1/12) lalu.

Dia datang bersama Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis dan Direktur Deradikalisasi, Prof Irfan Idris.

Jajaran BNPT disambut langsung oleh Rektor UMSU, Assoc. Prof. Dr. Agussani M., AP beserta jajaran dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara dan jajaran.

Lanjut Boy, kunjungan ke perguruan tinggi ini, antara lain juga untuk menjaga generasi muda, agar meningkatkan kewaspadaan  penyebaluasan paham radikal intoleran.

Menurutnya UMSU berperan penting sebagai bagian dari keluarga Muhammadiyah, untuk menyebarkan dakwah Islam guna menyelamatkan generasi muda.

“UMSU sebagai center of excellence-nya Sumatera Utara, diharapkan dapat menyebarkan dakwah islam untuk membangun Ukhuwwah Islamiyyah, Ukhuwwah Wathaniyyah, Ukhuwah Insaniyyah, menyelamatkan warga negara kita, setidaknya ribuan peserta didik yang di UMSU sendiri,” ujar Kepala BNPT.

Sebelumnya, BNPT juga telah mengunjungi beberapa berbagai institusi pendidikan seperti pondok pesantren, untuk tujuan serupa. Dia berharap civitas academica di setiap institusi pendidikan, dapat membentengi generasi muda dengan menempatkan narasi kebangsaan, baik di tingkat pelajar aktif maupun alumni. Narasi kebangsaan yang dimaksud, diharapkan bermuatan sesuai dengan nilai keagamaan.

“Kami keliling agar bisa menyelamatkan masyarakat muda dari kelompok penyebar propaganda dan perekrut kejahatan antikemanusiaan,” ujar Boy Rafli Amar.

Di hadapan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Kepala BNPT tidak lupa mengapresiasi organisasi Muhammadiyah yang telah mampu memberikan narasi dalam moderasi beragama di tengah masyarakat luas.

Tak Ada Tempat

Sementara itu sebelumnya, seperti dirilis setneg.go.id, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersatu padu melawan terorisme. Dia juga menegaskan tidak ada tempat di Tanah Air bagi terorisme.

Presiden mengutuk keras segala bentuk tindak teror, termasuk yang terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

“Tindakan yang biadab itu, jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah masyarakat, dan ingin merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa,” ujarnya.

Selain menyampaikan dukacita mendalam bagi keluarga korban dan menyatakan akan memberikan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan, Presiden juga menyatakan telah telah meminta Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan pelaku teror, hingga ke akarnya. Kepada Kapolri dan Panglima TNI, Kepala Negara juga menginstruksikan peningkatan kewaspadaan.

“Sekali lagi, saya tegaskan bahwa tidak ada tempat di Tanah Air kita ini bagi terorisme,” kata Presiden.

Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk tenang, dan tetap menjaga persatuan sambil meningkatkan kewaspadaan. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.