in

Pemuda Anshor Karanganyar Diminta Bantu Bentengi Masyarakat dari Paham Ekstrem

Bupati Karanganyar Juliyatmono menerima kunjungan GP Ansor Kabupaten Karanganyar, di Ruang Garuda Kantor Bupati Karanganyar, Rabu (08/09). (Foto : Karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Karanganyar, diharapkan ikut berperan aktif, dalam menangkal paham radikal atau ekstrem.

Harapan ini disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menerima audiensi DPC Pemuda Ansor Karanganyar, di Ruang Garuda Kantor Bupati Karanganyar, Rabu (08/09).

Menurut Bupati, orang-orang dengan paham radikal, sering muncul di tengah-tengah masyarakat tanpa disadari, untuk mempropagandakan ideologi mereka. Karena itulah gerakan radikal seperti ini harus segera dicegah.

Kemenangan Taliban di Afganistan, walaupun belum ada negara lain yang mengakui, juga seperti memberikan angin segar kepada tokoh-tokoh garis keras dan radikal untuk bergerak.

“Bentengnya untuk paham radikal tersebut adalah ormas, salah satunya Pemuda Ansor. Pemuda ansor ini merupakan anak lanang dari Nahdlatul Ulama, sehingga diharapkan dapat melahirkan kader-kader yang andal, dapat menangkal setiap paham ekstrem yang muncul,” kata dia, seperti diirlis Karanganyarkab.go.id

Menurut Bupati, akan menjadi tantangan berat ke depan, jika GP Ansor tidak memiliki kader andal. Saat ini Pemkab sudah menyekolahkan satu orang hafiz Al-Qur’an, untuk kemudian diterjunkan ke desa-desa. Hafiz Al-Qur’an tersebut, diharapkan dapat membantu mengajarkan kitab suci Al-Qur’an.

“Saya membutuhkan sekitar 1.600 mubaliq, dan NU mendapatkan bagian 400 dai, yang nantinya akan diterjunkan ke desa-desa di Karanganyar, untuk mengadakan pengajian di tingkat RT dan RW, sehingga diharapkan masyarakat terbebas dari paham radikal atau ekstrem,” imbuhnya.

Apalagi agenda ke depan juga akan ada Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif di tahun 2024, kemudian disusul Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang tentunya membuat masyarakat mempunyai pilihan politik berbeda.

Pilihan politik yang berbeda ini, harus dihormati dan jangan diganggu. Modalnya yakni rukun dan saling tolerasi sehingga Kabupaten Karanganyar tetap aman.

“Kami berharap masyarakatnya tetap maju, agamanya moderat sebagai orang Indonesia. Yasinan, tahlinan dan kultur yang selama ini telah dilakukan warga NU diharapkan tetap diteruskan supaya membentengi paham-paham nyeleneh atau radikal,” ungkapnya.

Sementara Ketua GP Ansor Karanganyar, Rosidi mengatakan pada tahun 2021 ini sudah menghasilkan pengurus yang baru yang mengambil jargon solid bersinergi, yaitu solid secara internal dan dapat bersinergi dengan siapapun untuk kebaikan masyarakat.

“Selama ini pangkaderan juga telah dilaksanakan oleh GP Ansor dalam bidang dakwah. Kami berharap terus mendapatkan dukungan dari Pemkab Karanganyar,” ujar Rosidi. (HS-08)

Share This

Akan Dijadikan Museum, Bupati Minta Tanah Monumen RRI di Balong Diserahkan ke Pemkab Karanganyar

Peringatan Haornas 2021, Seskab: Olahraga Jadi Prioritas Pemerintah