in

Pemohon Kartu Kuning Melonjak Hingga 150 Persen

Kantor Dinas Tenaga Kerja (Dinnaker) Purbalingga. (Foto : Purbalingga.go.id)

 

HALO PURBALINGGA – Jumlah pemohon kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja (Dinnaker) Kabupaten Purbalingga, meningkat tajam pascalebaran. Banyak dari mereka adalah para lulusan SMA sederajat yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, atau pekerja yang terkena PHK sebagai dampak Covid-19.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Dinnaker) Purbalingga, Edhy Suryono, mengatakan pada hari-hari biasa, pemohon kartu kuning yang datang ke kantor Dinnaker, hanya sekitar 50 orang per hari. Adapun setelah Lebaran tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 100 hingga 150 pemohon per hari.

Peningkatan tersebut, menurut dia antara lain  karena bertepatan dengan kelulusan SMA sederajat dan banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.

“Ini kan anak SMA dan SMK baru saja lulus jadi terjadi lonjakan pemohon kartu kuning yang ingin melamar pekerjaan,” kata dia, seperti dirilis Purbalingga.go.id.

Dia menambahkan, pemohon kartu kuning, juga berasal dari warga Purbalingga di luar daerah yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Mereka berharap bisa ditampung oleh perusahaan-perusahaan di Purbalingga.

“PHK yang dialami warga Purbalingga di luar daerah, juga membuat mereka membuat kartu kuning,” imbunya.

Dengan menggeliatkan perekonomian, perusahaan-perusahaan tersebut mulai kembali beroperasi dan membutuhkan tenaga kerja.

Berkaitan dengan Covid-19, hingga kini belum ada perusahaan yang mensyaratkan calon pekerja bebas Covid-19. Jika di sebuah perusahaan terdapat kasus Covid-19, maka penanganannya dilakukan sesuai prosedur, tersmasuk sterilisasi kantor.

“Protokol kesehatan di perusahaan dilaksanakan dengan benar dan ketat. Kalau ada temuan akan dilakukan langkah sebagaimana mestinya,” kata dia. (HS-08).

Share This

Berharap Kemendag Revitalisasi Pasar Badog di Tahun 2022

Bupati Minta Ada Terobosan Agar Warga Desa Dapat Manfaatkan Internet