Pemkot Tegal Naikkan UMK, Pengusaha Keberatan, FSPSI Gembira

Foto : tegalkota.go.id

 

HALO TEGAL – Usulan kenaikan upah minimum kota (UMK) oleh Pemkot Tegal, mengundang reaksi negatif dari pengusaha. Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tegal, menyatakan keberatan. Tetapi sebaliknyya Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) Kota Tegal justru menyatakan gembira.

UMK Kota Tegal Tahun 2021 yang akan diusulkan ke Provinsi Jawa Tengah adalah Rp. 1.982.750, lebih tinggi dibanding tahun 2020 sebesar Rp 1.925.000 atau naik tiga persen.

Angka tersebut diputuskan dalam Sidang Pleno Dewan Pengupahan Kota Tegal, Kamis (5/11) di Hotel KJA Kota Tegal.

Menanggapi hal itu, seperti dirilis tegalkota.go.id, Sekretaris PHRI Tegal, yang juga Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Industri Kadin Tegal, Dian Ningsih menyatakan keberatan.

Dia mengatakan saat ini ada SK menteri tenaga kerja yang menyatakan bahwa UMK tidak naik. ‘’Kalau kita mengikuti SK Menteri Tenaga Kerja 2021, UMK tetap,” kata dia.

SK ini sebenarnya merupakan angin baru bagi pengusaha. Apalagi saat ini mereka belum pulih, setelah terpukul oleh dampak pandemi covid-19. Ketika pandemi muncul dan berbagai pembatasan dilakukan, sektor usaha pariwisata, terutama hotel langsung terpukul.

Saat itu kantor-kantor pemerintah dan swasta yang menerapkan work from home (WFH). Tetapi model kerja seperti itu, tidak bisa diterapkan untuk perhotelan.

“Kami tidak bisa WFH. Kami hanya mampu membayarkan 50 persen kepada pekerja,’’ ujar Dian.

Dia mengatakan, walapun dengan sangat terpaksa, pihaknya akan menyampaikan informasi ini pada para anggota Kadin dan PHRI.

Berbeda dengan pengusaha, FSPSI justru menyatakan kegembiraannya dengan kenaikan UMK tersebut. Fajar Santoso, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang FSPSI Kota Tegal, menyatakan apresiasinya.

‘’Kami terus terang mengapresiasi kenaikan UMK 3 persen untuk Kota Tegal. Sebenarnya kami tidak menyangka Pemerintah Daerah akan membahas kenaikan UMK, karena kita melihatnya Surat Edaran Menteri kemarin. Kami berharap dengan adanya keputusan ini, penerapan di lapangan dapat diterapkan. Kami gembira dengan adanya kenaikan ini, kami berharap kenaikan ini semoga bisa dinikmati oleh pekerja,’’ kata Fajar.

Senada dengan buruh, Wali Kota Tegal H Dedy Yon Supriyono berharap kenaikan UMK sebesar tiga persen tidak membebani pengusaha.

‘’Saya berharap agar regulasi ini tentunya bisa diterima untuk pelaku usaha dan para buruh dan karyawan,’’ kata dia.

Menurut Dedy Yon, regulasi ini mempertimbangkan dari keduanya. “Ini agar dapat mensejahterakan buruh dan tidak terlalu memberatkan pelaku usaha,’’ kata dia seusai memimpin Sidang Pleno.

Dedy beralasan Kota Tegal memiliki konsep mengembangkan pariwisata, sehingga dapat mengundang banyak orang, untuk datang ke Kota Tegal, termasuk para investor yang menanamkan modal di Kota Tegal.

‘’Semuanya kita benahi. Kota Tegal punya program menjadi destinasi wisata dan area publik agar banyak pengunjung dan wisatawan hadir ke Kota Tegal dan kita jemput bola investor,’’ ujar Dedy Yon. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.