Pemkot Tegal Entaskan 1.417 Penerima PKH

Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi mengunjungi keluarga penerima bantuan PKH yang lulus dan atas kesadaran sendiri minta berhenti sebagai penerima PKH. (tegalkota.go.id)

 

HALO TEGAL – Pemerintah Kota Tegal, hingga Oktober 2020 telah berhasil mengentaskan 1.417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Kini perekonomian keluarga mereka sudah meningkat, sehingga secara sukarela menyatakan tidak bersedia menerima bantuan PKH lagi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi, saat mengunjungi secara langsung tiga keluarga penerima bantuan PKH, Jumat (16/10), seperti dirilis tegalkota.go.id.

“Di Kota Tegal sampai Oktober 2020, terdapat 1.417 orang yang semula menerima bantuan PKH, sekarang sudah mandiri,” ujar Jumadi.

Jumadi menyampaikan bahwa saat ini masih ada 7.198 penerima PKH, yang harus didorong agar perekonomian mereka meningkat dan lulus dari penerima bantuan PKH, atau bergantian dengan penerima lain yang lebih membutuhkan.

Sementara bagi penerima PKH namun sudah tidak memiliki komponen-komponen untuk mendapatkan PKH, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi dan kunjungan langsung ke lapangan, untuk mendapatkan data secara langsung apakah mereka benar-benar sudah lulus atau masih membutuhkan bantuan PKH.

Dari kunjungan tersebut nantinya, Jumadi menyebut akan dilakukan evaluasi sebagai bahan pertimbangan dikeluarkannya rekomendasi, yakni apakah masih layak menerima PKH atau sudah tidak layak.

Ada tiga keluarga yang sukarela atau atas kesadaran sendiri berhenti menerima bantuan PKH yang dikunjungi Wakil Wali Kota. Kunjungan pertama dilakukan di rumah Daryatun (41) warga Jl. Ki Hajar Dewantara RT 2 RW 1 Kalinyamat Kulon. Kedua, Parikhatun warga Jl. Ki hajar Dewantara RT 6 RW 1 Gg. 21 Kalinyamat Kulon dan Taripah Jl. Ponorogo RT 6 RW 1 Sumurpanggang.

Selain memberikan bingkisan, Jumadi mengapresiasi atas kesadaran ketiga penerima PKH tersebut, yang secara mandiri, kesadaran sendiri memutuskan untuk tidak lagi menerima bantuan PKH. Menurut Jumadi, ini bisa memberikan contoh dan motivasi kepada mereka yang masih belum lulus.

“Saya menyampaikan terima kasih, Ibu bisa memberi contoh yang lain, mohon bantu ibu-ibu lain dengan memberi motivasi, mudah-mudahan yang lain, yang belum lulus dengan melihat yang sudah berhasil bisa lebih terpacu,” kata Jumadi. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.