in

Pemkot Semarang Siapkan Dua Sekolah untuk Pilot Project PTM

Foto ilustrasi: Suasana pembelajaran tatap muka di temanggung, sebelum dihentikan karena daerah itu kembali masuk ke zona merah Covid-19. (Foto:jatengprov.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang sedang menyiapkan dua sekolah untuk dijadikan sebagai pilot project pembelajaran tatap muka (PTM).
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, secara massif Pemerintah Pusat akan memulai pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021 mendatang.

Namun sebelum Juli 2021, Pemkot Semarang memiliki rencana untuk menentukan dua sekolah sebagai pilot project pembelajaran tatap muka.

“Modelnya lagi digodok Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang. Dua bulan ini paling telat. Pilot project nanti SMP,” ujar Hendi, sapaannya, Rabu (17/3/2021).

Hendi melanjutkan, Pemerintah Kota Semarang beberapa kali telah melakukan survei tanggapan orang tua mengenai pembelajaran tatap muka.

Diakuinya, memang masih ada 15 persen orang tua yang menolak. Namun, hal itu tidak menghalangi rencana pembelajaran tatap muka. Rencana ini tetap berjalan.

Di sisi lain, sekolah tetap berkewajiban menyiapkan format pembelajaran bagi peserta didik yang orang tuanya masih menolak pembelajaran tatap muka.

“Artinya, anaknya tetap di rumah tapi pihak sekolah harus mampu menyediakan proses pembelajaran,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, Pemerintah Pusat sendiri merencanakan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 mendatang.

Di Kota Semarang, kemungkinan bisa dilakukan lebih awal jika kota ini sudah aman serta ada lampu hijau dari Wali Kota Semarang.

Menurutnya, hal yang terpenting dalam kondisi apapun guru harus dapat memberikan pelajaran kepada peserta didik.

“Kalau nanti ada yang belum berani tatap muka, tetap diberi pembelajaran secara daring,” ucapnya saat rapat dengar pendapat bersama DPRD, baru-baru ini.

Gunawan menambahkan, sistem pembelajaran tatap muka nantinya diatur oleh kepala sekolah masing-masing.

Semisal, bisa menerapkan sistem ganjil genap atau sistem pagi dan siang. Dia meminta kepala sekolah mengatur secara baik menyesuaikan jumlah kelas dan murid di masing-masing sekolah.(HS)

Share This

USM Akan Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka September Mendatang

Polri dan KPI Adakan Audiensi Membahas Tentang Persiapan Hari Penyiaran Nasional, Ini Isinya