in

Pemkot Semarang Naikkan Bisyaroh Modin Jadi Rp 750 Ribu/Bulan

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyerahkan secara simbolis bisyaroh di antaranya kepada perawat jenazah, petugas kebersihan masjid dan guru TPQ di aula Balai Kota Semarang, belum lama ini.

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menyerahkan bisyaroh (gaji atau bayaran sebagai bentuk ucapan terima kasih) kepada perawat jenazah, petugas kebersihan masjid, guru TPQ, modin, guru sekolah minggu, pos PAUD dan guru Ikatan Guru Raudatul Atfal (IGRA). Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di aula Balai Kota Semarang, baru-baru ini.

Selain bisyaroh, juga diberikan bantuan hibah kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, penyerahan bisyaroh ini, targetnya bisa rampung semuanya.

“Hibah dan bisyaroh ini adalah wujud perhatian dan apresiasi Pemkot Semarang. Kita tahu jumlahnya terbatas, namun harapan saya bisa membantu memenuhi kebutuhan,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Pemkot Semarang, kata Hendi, punya komitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan masjid, modin, guru paud, dan lainnya. Dengan anggaran APBD, juga yang diberikan kepada PMI sebesar Rp 531,9 juta dan hibah kepada DMI sebesar Rp 300 juta.

Hendi mencontohkan, besaran bisyaroh untuk perawat jenazah atau modin pada 2020 sebesar Rp 500 ribu. Kini, besaran bisyaroh untuk modin dinaikkan menjadi Rp 750 ribu. Sedangkan, petugas kemakmuran masjid atau marbot sebesar Rp 300 ribu per bulan.

“Ada penjaga masjid atau marbot, modin yang merawat jenazah. Sekarang modin per bulan sudah Rp 750 ribu. Pertimbangannya, kita melihat mereka berjuang saat memandikan jenazah ketika angka Covid-19 tinggi. Jadi patut diapresiasi,” jelasnya.

Dari data yang ada, penerima bantuan 4.564 yang terdiri dari dua lembaga dan marbot, modin, guru-guru, dan lain. Hendi juga memberikan apresiasi kepada guru TPQ, modin, dan guru sekolah minggu, yang mendapatkan bisyaroh sebesar Rp 500 ribu per bulan. Adapun IGRA dan guru pos PAUD mendapatkan bisyaroh sebesar Rp 300 ribu.

“Peran mereka sangat penting bagi generasi bangsa ini, jadi penting untuk mensupport mereka,” katanya.

Selain itu, Hendi berharap, kehadiran guru sekolah non formal ini bisa membentuk keimanan dan ketakwaan terhadap generasi muda. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia untuk kalangan generasi anak-anak.

Sementara Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkot Semarang. ia juga mendorong peningkatan bisyaroh sesuai kemampaun pendapatan Pemerintah Kota Semarang.

“Kita upayakan besarannya bisa lebih optimal, nanti seiring perekonomian di Kota Semarang yang lebih meningkat, pastinya dana seperti itu akan kita naikkan,” pungkasnya.(HS)

Pemerintah Minta Pemda Turut Awasi Elpiji Melon

Tidak Kalah dari Khabib