Pemkot Semarang Jadi Anggota Open Government Partnership Local

Poster Open Government Partnership Local (semarangkota.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang, menjadi anggota @opengovpartnership #OGPLocal. Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya Pemerintah Kota Semarang, dalam berupaya menangani Covid-19, tidak hanya melalui open responses pada website siagacorona.semarangkota.go.id, tetapi juga open recovery dalam pemulihan ekonomi lokal.

Seperti dirilis dalam semarangkota.go.id, Jumat (23/10), Pemerintah Kota Semarang tidak bergerak sendiri dalam mengupayakan kedua hal itu, melainkan bersama Non Government Organisation (NGO), yaitu TII dan Pattiro Semarang.

Ini merupakan sebuah kesempatan besar untuk pemerintah dan masyarakat, dalam bekerja sama memastikan keterbukaan dalam pemerintahan serta keikutsertaan dan tanggap pada kebutuhan masyarakat dalam masa pandemi.

Sementara itu menurut Wikipedia, Open Government Indonesia (OGI) adalah sebuah gerakan bersama yang dilakukan pemerintah dan masyarakat, untuk mewujudkan keterbukaan pemerintah Indonesia dan percepatan perbaikan pelayanan publik di Indonesia, sebagaimana sudah diamanahkan oleh UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Gerakan OGI diluncurkan oleh Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden, Januari 2012. Melalui OGI, pemerintah dan institusi non-pemerintah dapat duduk bersama-sama menentukan langkah tepat, untuk mendorong akses informasi luas terhadap kegiatan badan publik yang dibiayai negara dan pelayanan publik yang murah (terjangkau), mudah dan berkualitas. Selanjutnya langkah yang telah disepakati bersama kemudian dituangkan dalam “Rencana Aksi OGI”. OGI mempunyai komitmen untuk mengimplementasikan program yang berlandaskan pada 3 pilar, yaitu transparansi partisipasi, dan inovasi.

Berawal dari semangat itu, Indonesia turut memprakarsai terbentuknya Open Government Partnership (OGP) dengan 7 negara lain, yaitu Amerika Serikat, Brasil, Meksiko, Inggris, Norwegia, Afrika Selatan, dan Filipina.

OGP internasional diluncurkan pada September 2011, oleh Presiden Barack Obama (AS) dan Presiden Dilma Rousseff (Brasil), di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, AS. Sejak pertama kali diluncurkan, gerakan OGP telah berhasil menarik perhatian dan minat banyak negara, sehingga saat ini (per Januari 2014) sebanyak 63 negara telah berpartisipasi dan kemungkinan-nya akan terus bertambah. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.