in

Pemkot Semarang Gratiskan Retribusi TPU

TPU Ngadirgo salah satu TPU milik Pemkot Semarang.

 

HALO SEMARANG – Pemkot Semarang menggratiskan retribusi tempat pemakaman umum (TPU) yang menjadi aset mereka. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi telah menekankan bahwa retribusi TPU milik Pemerintah Kota Semarang saat ini telah digratiskan.

Selain itu, retribusi untuk perpanjangan dan pemakaian ambulans/mobil jenazah dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang juga digratiskan. Untuk itu dirinya pun meminta masyarakat bisa melaporkan bila terjadi dugaan pungli yang mengatasnamakan keperluan untuk ketiga hal tersebut.

“TPU milik Pemerintah Kota Semarang gratis, ini bagian dari program jaminan lahir hingga meninggal yang diinisiasi di Kota Semarang. Harapannya tentu saja program ini dapat meringankan beban masyarakat,” tutur Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut.

“Maka bila masih ada pungutan dengan alasan untuk pengurusan lahan TPU milik Pemerintah Kota Semarang, mohon masyarakat bisa segera melaporkan,” tegasnya.

Senada, Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati pun menekankan masyarakat bisa langsung melapor kepadanya jika terjadi pungutan yang tidak semestinya dalam pelayanan pemakaman.

“Jadi warga yang menemukan adanya pungutan liar dapat menghubungi Disperkim. Bisa datang langsung ke kantor di kompleks Balai Kota Jalan Pemuda No 148 atau menghubungi nomor telpon 081326777333 untuk segera kita tindaklanjuti,” terang Murni Ediati.

Adapun saat ini ada 16 TPU milik Pemerintah Kota Semarang yang tersebar di 16 kecamatan. TPU tersebut terdiri dari TPU Tawangaglik, TPU Tugurejo, TPU Bergota, TPU Kembangarum, TPU Ngadirgo, TPU Jatisari, TPU Palir, TPU Banjardowo, TPU Sompok, TPU Pedurungan lor, TPU Kedungmundu Cina, TPU Kedungmundu Kristen, TPU Kedungmundu Veteran, TPU Dadapan Sendangmulyo, TPU Jabungan, dan TPU Trunojoyo.

Sementara untuk prosedur pelayanan pemakaman jenazah sendiri, warga dapat langsung mengajukan surat permohonan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman atau Disperkim.

Nantinya Bidang Pertamanan dan Pemakaman akan menindaklanjutinya. Masyarakat pun cukup menyiapkan kelengkapan administrasi berupa Surat keterangan kematian dari lurah setempat, foto kopi KTP/identitas ahli waris/pemohon, serta fotokopi KTP warga yang meninggal.(HS)

Share This

Pria Asal Cilacap Meninggal Dunia Usai Tersengat Listrik Saat Bekerja Di Undip

Ganjar Siapkan Skema Entaskan Kemiskinan Ekstrem 5 Kabupaten