Pemkot Semarang Gratiskan Retribusi Pemakaman Umum

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Murni Ediati. (Foto: Halo Semarang)

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang, hingga akhir tahun ini menggratiskan biaya retribusi pemakanan umum milik Pemkot.

“Pembebasan biaya ini, selain untuk menyambut Hari Pahlawan, juga untuk memberikan keringanan warga Kota Semarang, di tengah pandemi Covid19 ini,” kata Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Murni Ediati, ST MT, dalam keterangan pers yang disampaikan kepada Halo Semarang.

Dia mengatakan pembebasan hanya berlaku dua bulan, yaitu mulai 1 November 2020 hingga 31 Desember 2020. Pembebasan biaya juga khusus untuk warga ber-KTP Semarang.

Pipie, sapaan akrab Murni Ediati, mengatakan pembebasan ini juga sesuai Keputusan Walikota Semarang Nomor 469/962 Tahun 2020, tentang Pembebasan Retribusi Pelayanan Pemakaman Mayat dan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah di Kota Semarang.

Pembebasan retribusi meliputi pelayanan penyediaan tempat pemakaman dan perpanjangannya, pelayanan pemakaman tumpang dan perpanjangannya, pelayanan pembongkaran makam, serta pemakaian mobil jenazah pada tempat pemakaman umum, yang dikelola oleh Pemerintah Kota Semarang.

Adapun jasa pelayanan pemesanan tanah makam dan perpanjangannya, tidak termasuk di dalam pembebasan retribusi.

Lanjut dia, sesuai Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Pelayanan Pemakaman Jenazah di Kota Semarang, tarif untuk penyediaan tempat pemakaman berjangka waktu tiga tahun adalah Rp 50.000.

Adapun tarif perpanjangan untuk tiga tahun pertama sebesar 50 % dari tarif awal atau Rp 75.000, tarif perpanjangan kedua sebesar 100% atau Rp 100.000, perpanjangan ketiga 150% dari biaya retribusi awal atau Rp 125.000, perpanjangan keempat dan seterusnya dikenai biaya retribusi sebesar 200% dari biaya awal.

Tarif ini sama dengan pelayanan pemakaman tumpang berikut perpanjangannya. Adapun tarif pembongkaran makam sebesar Rp 25.000.

Dia juga menjelaskan kepada warga Kota Semarang yang ingin memakamkan jenazah keluarga atau kerabatnya di tempat pemakaman umum (TPU) milik Pemerintah Kota Semarang, harus mengurus izin pemakaman terlebih dahulu.

Pengurusan izin bisa datang langsung ke TPU yang akan dituju, kemudian mengisi blangko yang sudah disediakan oleh petugas, dan melampirkan syarat yang ada. Adapun syarat adiminstratif tersebut, adalah fotokopi KTP pemohon, fotokopi KTP almarhum, surat kematian dari rumah sakit atau dari RT / RW.

Proses terbit Surat Keputusan izin dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, lebih kurang tiga sampai dengan empat hari kerja.

Sehingga kepada warga yang akan mengurus perizinan pemakaman, harap segera melengkapi persyaratan untuk mempercepat proses.

“Tetapi sambil menunggu terbitnya izin, warga kota boleh segera memakamkan jenazah keluarganya,” ujar Pipie.

Sesuai data Pemkot, tempat pemakaman umum yang merupakan milik Pemkot Semarang, adalah Kembangarum, Tawangaglik, Ngadirgo, Palir, Jatisari, Kedumundu I, Kedungmundu II, kedungmundu III, Sendangmulyo Dadapan, Trunojoyo, Pedurungan Lor, Banjardowo, Bergota, dan Sompok (Kesambi). (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.