in

Pemkot Semarang Bisa Optimalkan Underground Simpanglima jadi Sumber Air Tawar Permukaan

Akademisi USM, Bambang Sudarmanto, S.T., M.T.

HALO SEMARANG – Akademisi dari Universitas Semarang (USM) sangat optimis dengan proyek pembangunan ikon baru yakni underground Simpanglima yang akan dibangun Pemkot Semarang pada 2023 mendatang.

Menurut dosen Fakultas Teknik sekaligus Sekretaris Senat Universitas Semarang, Bambang Sudarmanto, S.T.,M.T. bahwa, pembangunan underground Simpanglima tersebut juga sudah masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga tentunya bakal akan terealisasi.

Konsep underground Simpanglima didesain dengan bangunan tiga lantai dan di atasnya difungsikan untuk ruang terbuka hijau (RTH) terdapat hutan kota. Menurut dia, hal ini sesuai dengan perkembangan kota ke arah green city. Dengan menjaga zona atau wilayah hijau yang sekarang sudah makin berkurang.

“Memang harus dipertahankan saat ini dan dengan konsep green city tersebut meskipun sebagai kota urban tapi tidak meninggalkan green building yang merupakan tujuan dari pengembangan konsep green city tersebut,” terangnya, Selasa (21/6/2022).

Selain bisa membuat pusat kota tidak kumuh dan tertata, pembangunan underground Simpanglima menurutnya juga mampu mengurangi kepadatan kendaraan yang melintas di bundaran kawasan landmark Kota Semarang. Mampu mengatur dan mengurai kepadatan kendaraan yang melintas dan menuju Simpanglima.

Meski demikian, kata dia, agar lebih optimal pembangunan underground Simpanglima dibarengi dengan peningkatan Taman Singosari di depan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) sebagai Simpanglima kedua. Hal ini juga penting bisa untuk memecah keramaian masyarakat di Kawasan Simpanglima.

“Kemacetan lalu lintas akan terurai karena sekaligus pemecah keramaian masyarakat. Dan mengurangi pemusatan akivitas warga di satu tempat, dan bisa menumbuhkan ekonomi baru,” katanya.

Masalah krusial dari adanya underground Simpanglima Pemkot harus memperhatikan tata kelola airnya di sana.

“Simpanglima merupakan daerah kawasan langganan genangan banjir juga lho. Kalau dilihat dari desainnya nanti di bawahnya ada semacam ground tank, difungsikan untuk wadah air bisa untuk menyirami tanaman yang berada di atas,” ungkapnya.

Sehingga Pemkot harus benar-benar memaksimalkan ground tank, bahkan kalau bisa difungsikan juga untuk kebutuhan air tawar.

“Nantinya air tawar permukaan dari air hujan tersebut bisa diproses dulu melalui sistem perjernihan air sehingga dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih bagi PKL, pertokoan dan parkir. Tentunya dengan banyaknya warga yang berkumpul akan membutuhkan sumber air yang cukup,” paparnya.

Dia menambahkan, pembangunan underground Simpanglima memang lebih baik diprioritaskan.

“⁹⁹Mengingat berhubungan dengan kemacetan lalin, harus segera ditangani. Begitu juga dengan peningkatan Taman Singosari guna memecah keramaian masyarakat,” tambahnya.

Dan Pemkot juga harus menguji kelayakan fungsi bangunan underground Simpanglima.

“Perlu ada uji keamanan dan kenyamanan. Konstruksinya harus memenuhi standar dari tim ahli. Hal ini berhubungan dengan proses Perijinan mulai dari awal, termasuk lokasi, garis sepadan bangunan, dampak warga sekitar proyek sampai lolos sertifikasi layak fungsi bangunan. Termasuk penanganan resiko yang terjadi juga bisa diantisipasi,” terangnya.

Harapannya, dengan pembangunan tersebut, Semarang menjadi salah satu kota yang makin tumbuh.

“hKhususnya mulai terlihat dari wilayah Semarang atas cukup padat. Dengan adanya pembangunan underground Simpanglima menjadi solusi alternatif dengan makin langkanya RTH, sehingga penyediaan luasan RTH tercapai sekaligus mengurangi traffic kendaraan cukup tinggi,” jelasnya.

Salah seorang Pengusaha asal Semarang, Harjanto Halim terkait pembangunan underground Simpanglima itu, dirinya menyambut baik dengan pembangunan underground Simpanglima tahun depan. Menurut dia, dari sisi pengusaha setiap ada venue baru cukup mampu menarik minat dari kalangan pengusaha untuk meramaikan.

“Tinggal nanti diperhatikan lagi terkait akses, parkirnya sehingga tidak menyebabkan kemacetan baru. Menurut saya kalau hal itu diperhatikan tentu akan diterima para pengusaha dan pastinya menarik bisa menjadi venue bisnis baru,” terangnya.

Apalagi saat ini, di luar negeri dan kota besar lainnya di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya juga sudah memiliki gedung kebawah.

“Mengembangkan lahan zona premium ekplore di bawah tanah. Secara bisnis baik, hanya saja akses dan bangunan gedung pendukungnya nanti seperti apa,” katanya

Pihaknya memberikan masukan terkait lantai bawah yang akan digunakan PKL dan pertokoan juga perlu pengaturan yang tegas dari pemkot.

“Kepentingan publik lebih besar dibandingkan hanya kepentingan umkm ataupun pengusaha. Karena akses jalan terutama bagi penguna jalan harus diutamakan, jangan sampai warung atau pelaku umkm, menggelar lapak dagangannya melebihi batas yang ditentukan. Akibatnya timbul kemacetan lalu lintas,” ujar Halim.

Termasuk kebiasaan membuang sampah di got atau selokan juga harus dikenai sanksi tegas dari pemkot. Baik itu dilakukan oleh umkm, maupun pertokoan yang melanggar tidak menjaga kebersihan sekitar dan mengganggu lingkungan. (HS-06)

Tambah Rute Baru Yogyakarta dan Jadwal Penerbangan Denpasar, Segera Cek Tiket Pelita Air di tiket.com

Pengembangan Wisata Bahari di Kendal, KKP Lakukan Survei untuk Penyusunan Masterplan