Pemkot Semarang Bertekad Tingkatkan Pelayanan RSUD Wongsonegoro

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat berkunjung ke gedung baru Amarta, Komplek Rumah Sakit Umum Daerah Wongsonegoro (RSWN), Senin (16/12/2019).

 

HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan apresiasi dan mengucapkan selamat kepada seluruh keluarga besar RSUD Wongsonegoro yang berulang tahun ke-29. Hal itu dikatakannya saat berkunjung ke gedung baru Amarta, Komplek Rumah Sakit Umum Daerah Wongsonegoro (RSWN), Senin (16/12/2019).

Dalam sambutan apelnya, wali kota yang akrab disapa Hendi ini menilai, selama 29 tahun RSWN telah mampu berubah dan berbenah untuk memberikan kinerja, layanan, sekaligus sarana prasarana kesehatan yang semakin baik.

Satu mimpi dan pesan wali kota kepada Dirut dan jajaran direksi adalah pentingnya komitmen untuk mewujudkan mimpi membangun rumah sakit milik daerah yang berkualitas dan berkelas layaknya rumah sakit swasta dengan layanan terbaik.

“Alhamdulillah dimulai dari keyakinan untuk mengelola semua hal lebih baik, mulai dari SDM diayomi, sarana prasarana ditingkatkan dan hasilnya diperoleh pelayanan prima dan berkelas. Hasil akreditasi bintang 5 untuk RSWN ini adalah bukti dari komitmen dan semangat keluarga besar RSWN,” ungkap Hendi.

Tak hanya itu, prestasi inovasi di bidang kesehatan dari Kementerian Kesehatan, sertifikat WBK dan penghargaan pelayanan publik prima dari Menteri PAN dan RB, juga menunjukkan adanya komitmen dalam meningkatkan pelayanan yang semakin baik. Lebih lanjut, disampaikannya, di tahun 2020 akan ditingkatkan adanya gedung untuk rawat inap kelas III bernama Sadewa.

Jadi, lanjut Hendi, akan ada gedung kembar Nakula-Sadewa sehingga pelayanan Universal Health Coverage akan semakin baik.

Usai apel, Hendi menyempatkan diri memantau sarana prasarana dan fasilitas layanan di gedung Amarta. Ke depan, Hendi juga mengingatkan agar pelayanan dan prestasi baik dapat dipertahankan dan tetap memprioritaskan kepuasan pengguna layanan kesehatan.

Disinggung tentang RSUD Mijen, Hendi menyampaikan telah memberikan teguran dan peringatan hingga blacklist pada penyedia jasa yang molor dari target perencanaan pembangunan. Ke depan, dirinya berharap, kejadian tersebut tak terulang dan menjadi pembelajaran bagi Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk lebih selektif dan mengecek benar-benar kompetensi penyedia, tak hanya dari harga terendah ataupun kelengkapan dokumen semata.

“Pastikan penyedia benar-benar mampu dan punya kompetensi dalam pekerjaan tersebut, jangan sampai ada penyedia yang kemudian hanya pinjam bendera saja,” tegas Hendi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.