Pemkot Semarang Berharap Masyarakat jadi Public Relations untuk Mempromosikan Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berbicara dalam launching komunitas Generasi Public Relations atau GenPR di Gedung Oudetrap, Kota Lama, Kamis (5/12/2019).

 

HALO SEMARANG – Kota Semarang didapuk sebagai kota pertama lahirnya komunitas Generasi Public Relations atau GenPR di Indonesia. Acara launching ditandai dengan pemasangan pin oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi kepada perwakilan praktisi dan profesi public relations (PR) di Gedung Oudetrap, Kota Lama, Kamis (5/12/2019). Selain launching, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif yang menghadirkan nara sumber yang berkompeten dan memiliki konsen tinggi dalam dunia kehumasan.

Sebanyak kurang lebih 150 praktisi PR dari berbagai instansi, perusahaan, dan mahasiswa dari Jepara, Kudus, bahkan Mesuji, Lampung mengikuti launching GenPR ini.

- Advertisement -

Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam sambutannya mengakui pentingnya keberadaan PR atau humas yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan kebijakan serta informasi kepada publik. Menurut Hendi, biasa wali kota disapa, pernah ada masa di mana kinerja maksimal Pemerintah Kota Semarang masih mendapat citra kurang baik dari masyarakat.

Singkat cerita, hal ini dikarenakan hubungan yang kurang baik dengan kawan-kawan media. Karenanya, dilakukan pendekatan serta komunikasi yang lebih baik dengan media, di samping perbaikan internal kinerja kehumasan pemerintah. Sehingga kemudian lahir konsep bergerak bersama di tahun 2015-2016.

Konsep ini, menurutnya juga merangkul kawan-kawan pewarta sebagai salah satu roda penggerak pembangunan bersama dengan 3P lainnya, yakni pemerintah, pengusaha, dan penduduk dengan segala ketokohannya.

“Hasilnya, konsep ini menggerakkan masyarakat hingga haters yang tadinya banyak mengkritik, bisa lebih merasa memiliki Kota Semarang, dan kemudian bangga dan menjadi agen PR Kota Semarang. Mereka dengan sukarela memposting tempat-tempat menarik yang ada di kota ini. Sehingga menambah kunjungan wisatawan serta peningkatan investasi di Kota Semarang,” papar Hendi.

Melalui kegiatan tersebut, Hendi berharap para praktisi, peserta, masyarakat akan memperoleh formula dalam mengemas suatu cerita menjadi lebih baik serta menarik. Sehingga akan lebih mengangkat Kota Semarang di mata masyarakat luas.

Sementara itu, Asmono Wikan, Founder GenPR Indonesia menyatakan pentingnya peran praktisi PR atau humas suatu instansi ataupun perusahaan.

“Peran ini tak bisa dianggap remeh bahkan dalam pemerintahan. Bisa dikatakan bahwa humas adalah lehernya kepala daerah,” lanjut Asmono.

Lebih lanjut, Asmono juga menyampaikan komunitas PR di Kota Semarang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi lebih semarak dan profesional. Kota Semarang sebagai representasi Indonesia mini dengan keanekaragaman budaya dan masyarakat juga menjadi salah satu nilai positif yang harus diangkat hingga dipercaya untuk lahirnya GenPR professional ini.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.