Pemkot Salatiga Tegas Larang ASN Terima Parcel Lebaran

Wali Kota Salatiga, Yulianto. (dok Instagram @yuliyantosalatiga).

 

HALO SALATIGA – Setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri berbagi bingkisan parcel lazim ditemui di Indonesia. Namun, hal tersebut tidak boleh dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara, karena termasuk bentuk gratifikasi.

Secara tegas Pemerintah Kota Salatiga melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya menerima gratifikasi bingkisan parcel Lebaran 2021.

Wali Kota Salatiga, Yulianto mengungkapkan larangan tersebut dikeluarkan melalui Surat Edaran Nomor 450/335/300 tentang Pencegahan Gratifikasi terkait Hari Raya Keagamaan.

- Advertisement -

“Kemarin sudah kita berikan edaran untuk tidak menerima parcel baik dari kolega relasi/teman sejawat, ungkap Yulianto kepada halosemarang.id, Senin (3/5/2021).

Pihaknya akan menindak ASN jika kedapatan menerima gratifikasi, bahkan pihaknya meminta untuk melaporkan ke Inspektorat terlebih dulu.

Selain itu, barang gratifikasi yang diterima dapat disalurkan ke pihak yang lebih membutuhkan atau lembaga sosial.

“Kalau ada yang menerima diminta untuk melaporkan ke Inspektorat dan akan diberikan ke lembaga sosial,” imbuhnya.

Menurut Yulianto, larangan gratifikasi yang dimaksud ialah berupa uang tunai dan bingkisan. Hal ini sebagai bentuk upaya menghindari konflik kepentingan yang bertentangan dengan kode etik.

“Karena sudah jelas ada aturannya, jadi saya minta ASN tidak menerima bingkisan dalam bentuk apapun,” jelas Yulianto.

Dalam hal ini, pihaknya telah melakukan tindakan kepada ASN yang menerima gratifikasi. Hal yang dilakukannya dengan melaporkan ke Unit Pengendalian Gratifikasi di Inspektorat Pemerintah Kota Salatiga.

“Sudah ada empat ASN yang dilaporkan dan diminta untuk melapor lalu bingkisan akan diberikan ke Dinsos untuk disalurkan ke pihak yang lebih membutuhkan,” tandasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.