in

Pemkot Perkuat Mitigasi Bencana Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat bertemu dengan Relawan Gunungpati Peduli di Mangunsari, beberapa waktu lalu.

HALO SEMARANG – Pemkot Semarang terus berupaya bersinergi dengan relawan tanggap bencana untuk memperkuat mitigasi bencana. Salah satu upaya dengan memberikan fasilitas sarana prasarana yang dapat mendukung relawan untuk melakuk mitigasi bencana.

Hal itu seperti yang dilakukan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat bertemu dengan Relawan Gunungpati Peduli di Mangunsari, beberapa waktu lalu.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi menekankan bahwa dengan topografi wilayah Gunungpati yang sebagian besar berupa perbukitan, maka masyarakat sekitar harus selalu tanggap dengan potensi bencana yang mungkin terjadi. Seperti ancaman tanah longsor, pohon tumbang, hingga badai.

“Belajar dari pengalaman, daerah mana yang sering longsor dipetakan. Lebih baik preventif, kita waspada supaya tidak ada korban,” tekan Hendi.

Untuk itu Hendi pun menyerahkan sejumlah sarana prasarana pendukung mitigasi bagi Relawan Gunungpati Peduli berupa alat gergaji pemotong pohon hingga tali tambang. Tidak hanya itu, orang nomor satu di Kota Semarang tersebut juga mengapresiasi relawan kebencanaan yang mampu swadaya untuk membeli mobil ambulans.

“Ini luar biasa, mereka bergerak bersama secara swadaya, yang satu di Sekaran Patemon, satu lagi di Kalisegoro Sedayu. Mereka iuran dan terkumpul sekian ratus juta untuk dibelikan dua unit ambulans,” puji Hendi.

Keberadaan ambulans tersebut dapat melayani kebutuhan warga dan diberikan secara gratis. “Mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dan menjadi berkah buat kawan-kawan yang menyiapkan ambulans ini,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Hendi juga mengajak warga dan relawan untuk melakukan penanaman pohon sebanyak-banyaknya di area Gunungpati.

Bila warga tidak memiliki bibit, dirinya menyarankan untuk mengambil bibit dari Dinas Pertanian Kota Semarang. “Ambil bibit sebanyak-banyaknya, tanam sak iso-isone (sebisanya),” ujar Hendi.

Ajakan tersebut bukan tanpa alasan, di samping untuk pencegahan longsor, dirinya merasakan perbedaan suhu Kota Semarang yang maikn panas. Dahulu suhu udara di wilayah Gunungpati berada di kisaran 20 derajat, sedangkan kini suhu harian di atas 30 derajat celcius.

“Ayo kembalikan Semarang seperti kondisi dulu, pohonnya banyak, rindang sejuk, mengeluarkan oksigen, kita pun menjadi sehat,” pungkas Hendi.

Di sisi lain, Ketua Harian Gunungpati Peduli, Sulistiawan mengapresiasi bantuan yang diberikan Hendi untuk relawan. Adanya sarana prasarana pendukung mitigasi tersebut disebutnya akan membantu relawan dalam penanganan bencana Hidrometeorologi di Gunungpati.

Alhamdulillah diberikan sarpras untuk kegiatan yang nantinya untuk penanganan kedaruratan yang bersifat menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, yang sebenarnya sudah berlangsung sejak sebulan dua bulan ini,” terang Sulistiawan.(HS)

Pertemuan Kedua Lebih Menjanjikan

Kondisi Marquez Tidak Pasti, Honda Cari Solusi