in

Pemkot Pekalongan Segera Kembangkan Si Ganteng Brayan Kerjo

Foto : pekalongankota.go.id

 

HALO PEKALONGAN – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) tengah mengembangkan aplikasi berbasis sistem informasi yang diberi nama Si Ganteng Brayan Kerjo.

Pengembangan sistem ini merupakan upaya Pemkot Pekalongan untuk memberikan informasi yang lebih realtime, kepada angkatan kerja di Kota Pekalongan.

Hal itu disampaikan  Kepala Bidang Penempatan Kerja, Pelatihan dan Produktivitas, Nur Agustina mewakili Kepala Dinperinaker, Sri Budi Santoso, mengatakan aplikasi tersebut merupakan bagian dari aplikasi terpusat yaitu e-makaryo.

Dikatakan Agustin, aplikasi berbasis web yang dikelola oleh Dinperinaker akan memuat sejumlah informasi yang lebih detail, berkaitan dengan pelaksanaan pelatihan, job fair, lowongan kerja dan lainnya.

“Nanti dalam aplikasi berbasis web ini akan kita fungsikan untuk memberikan informasi lebih awal yakni awal tahun pelatihan apa saja yang akan dilaksanakan dan jadwal job fair, sehingga masyarakat bisa memilih pelatihan jangka pendek, menengah dan panjang,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id, Kamis (9/11/2023).

Dia mengatakan, untuk mengetahui peminatan pencari kerja, selama ini pihaknya mendapatkan data ke kelurahan. Dengan aplikasi ini, data tersebut dapat diperoleh secara realtime.

“Pada awal tahun, kita jadi sudah tahu peminatan masyarakat, selama ini masih minta data kelurahan, di BLK juga seleksi butuh waktu juga, sudah waktunya satu sistem mengatur itu supaya efisien dan efektif,” kata dia baru-baru ini.

Dijelaskan Agustin, aplikasi web tersebut diharapkan dapat mempermudah pihaknya untuk memantau dan menghitung serapan tenaga kerja yang sudah diterima di dunia industri.

“Untuk para pencari kerja selama ini yang agak kesulitan untuk melihat serapan, idealnya ada data yang kita peroleh sehingga kita bisa tahu yang sudah terserap berapa, selama ini masih kita koordinasikan secara manual sehingga butuh waktu, harapannya dengan aplikasi bisa terupdate lebih cepat,” tandasnya.

Ia menambahkan, angkatan kerja juga dapat membuat AK 1 atau kartu kuning secara online melalui Si Ganteng Brayan Kerjo ini.

Selain itu, ke depan pengaduan masyarakat pekerja migran bisa disampaikan secara online melalui aplikasi website ini, sehingga dapat mempermudah jangkauan masyarakat.

Ia menyampaikan, aplikasi berbasis web ini yang diinisiasi oleh kepala Dinperinaker ini direncanakan akan selesai di bulan November 2023 dan mulai diterapkan pada bulan Desember mendatang atau awal tahun 2024

“Akan kami sosialisasi dulu tentang penerapan aplikasinya dan sejauh mana manfaat yang bisa diambil dari situ, karena ini bagian dari publik sehingga masyarakat perlu tahu juga untuk dapat mengakses dan memanfaatkan,” tukasnya.

Pekerja Migran Indonesia

Sementera itu terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI), dia mengatakan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) mencatat pada 2023 ini sudah ada 92 warga Kota Pekalongan yang bekerja ke luar negeri.

Adapun sepanjang 2022 lalu, terdapat 124 warga yang pergi ke luar negeri untuk bekerja.

Hal ini disampaikan Nur Agustina, dalam kegiatan Sosialisasi Pekerja Migran Indonesia Kota Pekalongan Tahun 2023, di Gedung Diklat Kota Pekalongan, Rabu (8/11/2023).

Menurut dia, para pekerja migran ini merupakan salah satu sumber dan penyumbang devisa negara serta berkontribusi dalam peningkatan perekonomian.

“Walaupun ada problem-problem sosial yang menyertai dan ke depan harus dipersiapkan kenapa seorang pekerja migran saat mau berangkat, kami harus interview secara detail, seperti ketika yang bersangkutan akan berangkat kerja ke luar negeri dan sudah berstatus menikah, maka pasangannya menjadi single parent dan anaknya harus diasuh oleh pasangannya tersebut, dan sebagainya,” ucap Agustin.

Agustin menjelaskan, angkatan kerja menjadi salah satu kelompok sasaran untuk berpeluang menjadi PMI.

Pihaknya menilai, lapangan pekerjaan di Indonesia sebenarnya masih banyak, namun kompetensi dari SDM nya masih kurang memadai. Sehingga, lapangan pekerjaan ini belum terpenuhi oleh angkatan kerja.

“Seseorang kalau ingin menjadi PMI atau bekerja di luar negeri, yang bersangkutan harus memiliki cukup informasi tentang seluk-beluk pekerja migran, ia harus datang dan mencari informasi dulu ke kantor Dinperinaker setempat. Yang bersangkutan bisa menggali informasi perusahaan yang menangani penempatan pekerja migran yang legal mana saja, jangan mudah tergiur dengan iming-iming tidak masuk akal tetapi ternyata penyaluran PMI tersebut ilegal. Jadi harus lebih hati-hati dan bisa berkonsultasi ke Kantor Dinperinaker,” kata dia. (HS-08)

Nala Indonesia Tea dari Batang Dipasarkan hingga Mancanegara

Naikkan Kelas Usaha Mikro ke Kecil, Wali Kota Pekalongan Berbagi Kiat Sukses