in

Pemkot Pekalongan Masih Kaji Land Subsidence

Foto : Pekalongankota.go.id

 

HALO PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan, bersama pihak terkait masih melakukan kajian untuk mengetahui secara persis kondisi penurunan tanah (land subsidence) di wilayah itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan, Ir Anita Heru Kusumorini MSc, menjelaskan berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM, sepanjang 2020 lalu, penurunan tanah rata-rata sekitar 6 cm per tahun.

Penurunan tanah tersebut, salah satunya disebabkan adanya sebaran tanah lunak, terutama di wilayah Pekalongan Utara.

Tercatat ketebalan tanah lunak di Pekalongan, mencapai 40 meter di bawah permukaan dan masih terus mengalami konsolidasi. Adapun untuk wilayah selatan, penurunan tanah yang terjadi mencapai 2 cm per tahun. Di wilayah itu terjadi penurunan permukaan air tanah.

“Badan Geologi memang masih melakukan penelitian terkait penurunan tanah di Kota Pekalongan. Ada dua patok pemantau yang dipasang yakni di Stadion Hoegeng dan Kecamatan Pekalongan Selatan. Dan tahun ini ada penambahan 12 patok di beberapa titik lokasi untuk mengetahui persis penurunan tanah di Kota Pekalongan,” kata Anita, seusai kegiatan paparan hasil Geologi Lingkungan Kota Pekalongan, dengan Badan Geologi Kementerian ESDM secara virtual, di Ruang Jetayu Setda, belum lama ini.

Lanjutnya, untuk mengetahui persis penurunan tanah dan muka air yang ada di Kota Pekalongan, pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut. Saat ini yang baru bisa dilakukan Pemkot Pekalongan, adalah penghentian penerbitan rekomendasi pengambilan air bawah tanah yang baru.

“Untuk metode perhitungan penurunan tanah yang digunakan ini bermacam-macam. Yang dilakukan oleh badan geologi ini murni hasil pengukuran. Tetapi ada juga model simulasi yang menggunakan citra satelit. Sehingga tugas Pemkot adalah menyatukan berbagai penelitian terkait land subsidence, agar dapat disinkronkan dan diperoleh gambaran pasti seperti apa kondisi penurunan tanah di Kota Pekalongan yang imbasnya ke masalah banjir rob,” kata dia, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Ke depan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan para peneliti untuk menyelaraskan hasil penelitian berbagai pihak terkait masalah penurunan tanah di Kota Pekalongan.

Sehingga harapannya dengan didukung data akurat, dapat dimanfaatkan dengan lebih baik untuk penyusunan kebijakan baik mitigasi, adaptasi serta monitoring maupun mengevaluasi kebijakan yang sudah dilaksanakan. (HS-08)

Share This

Pemkab Banyumas Wajib Bentuk Unit Pengendalian Gratifikasi

Sepanjang Jalan Dokter Sutomo Kota Pekalongan Bebas Reklame Permanen Ilegal