in

Pemkot Pekalongan Longgarkan PPKM, Pengusaha Makanan Wajib Take Away

Wali Kota Pekalongan H Achmad Afzan Arslan Djunaid SE. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan, memperlonggar pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayahnya, dengan membuka sejumlah pasar tradisonal. Walau begitu, untuk sementara hanya pedagang dengan KTP Kota Pekalongan yang boleh berjualan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Pekalongan H Achmad Afzan Arslan Djunaid SE (Aaf), menyikapi perpanjangan PPKM, yang sebelumnya disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Aaf, saat ini kasus aktif Covid-19 di Kota Pekalongan sudah mulai menurun. Karena itu hingga 9 Agustus 2021 mendatang, pihaknya melonggarkan kegiatan di sentra ekonomi, seperti pasar tradisional.

“Kondisi daerah Kota Pekalongan, Alhamdulillah sudah sangat menurun kasusnya. Tetapi kami tidak langsung melonggarkan semua. Kami longgarkan sedikit demi sedikit. Ada beberapa sektor yang diperbolehkan dibuka, tetapi tetap ada pembatasan jam operasional, yaitu sampai jam 20.00 WIB untuk semua sektor usaha,” kata dia, seusai membuka kegiatan Pelatihan Digital Marketing Bagi Wirausaha, di Hotel Pesonna Pekalongan, Selasa (3/8).

Pelonggaran PPKM Level 4 ini, dimulai dengan dibukanya aktivitas pasar tradisional atau pasar darurat, baik yang menjual kebutuhan pokok (sehari-hari) maupun non-kebutuhan sehari-hari.

Aaf juga memberikan pelonggaran kepada pelaku usaha sektor makanan, perhotelan, sektor hiburan, hingga penyelenggaraan resepsi pernikahan. Pada perpanjangan PPKM Level 4 ini, pelaku usaha sektor makanan hanya boleh melayani secara take away dan delivery.

Meski kasus Covid-19 saat ini sudah melandai dan adanya sejumlah kelonggaran, Aaf mengingatkan, agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) agar tak terpapar Covid-19.

“Untuk pasar tiban, Pasar Mataram, pasar burung, semuanya sudah boleh buka. Tetapi dengan pembatasan. Hanya warga ber-KTP Pekalongan yang boleh berjualan di situ. Ini untuk mengurai keramaian. Dari Dindagkop-UKM juga sudah ada datanya,” kata dia, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Adapun untuk resepsi pernikahan, sudah boleh digelar, tetapi dengan sejumlah pembatasan. Selain tetap harus melaksanakan protokol kesehatan, makanan yang disajikan pun, tidak boleh dimakan di tempat, melainkan dibawa pulang.

Untuk penyelenggaraan acara di hotel dan gedung pertemuan juga dibatasi. Jumlah pengunjung pada acara-acara semacam itu, maksimal 30 persen dari kapasitas ruang.

“Untuk hiburan, monggo boleh dilakukan, tetapi tidak boleh ada prasmanan atau makan di tempat. Protokol kesehatan ini yang kami tekankan lebih penting,” tandasnya. (HS-08)

Share This

Targetkan 1.100 Ibu Hamil Divaksin Mulai Agustus

Lampu di 64 Ruas Jalan di Kota Pekalongan Dipadamkan Pukul 20.00