Pemkot Pekalongan Dorong Pemanfaatan Limbah Ternak jadi Pupuk Organik

Para pegawai Dinas Peternakan dan Pertanian Kota Pekalongan mencoba ikut mengolah limbah ternak yang akan dijadikan pupuk organik.

 

HALO SEEMARANG – Pemerintah Kota Pekalongan mendorong para peternak di wilayahnya untuk memanfaatkan limbah peternakan menjadi pupuk organik. Dengan begitu, limbah ternak tidak lagi menjadi masalah yang menghantui para peternak dengan lahan pertanian yang terbatas, dan pertarungan melawan lingkungan sekitarnya.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Pertanian Kota Pekalongan, Ilena Palupi, pada acara Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ternak untuk Pupuk Bokashi, di kantornya, baru-baru ini.

Menurutnya, populasi ternak di wilayah Kota Pekalongan relatif besar sementara, lahan yang tersedia cukup terbatas.

“Lahan peternakan di Kota Pekalongan ini terbatas, namun dengan pengelolaan budi daya maupun pengelolaan limbah pertanian yang baik, masalah-masalah yang menyangkut para peternak akan dapat diminimalkan,” ujar Ilena.

Dijelaskan, pelatihan tersebut diikuti oleh 35 orang yang diundang sebagai peternak, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Ilena berharap, pelatihan itu bisa membantu mereka untuk bekerja sama memanfaatkan limbah pertanian.

“Melalui pertemuan ini, kami memberikan binaan kepada para peternak untuk dapat membuat dan memanfaatkan limbah pertanian sehingga dapat menghasilkan ekonomis,” katanya.

Senada, Sekretaris Dinperpa Kota Pekalongan, Puji Winarti menyatakan, dalam sehari limbah ternak yang ada di Kota Pekalongan mencapai 33 ton.

Kolaborasi antara para peternak, KWT, serta KRPL diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi mereka.

Karena ada kemanfaatan dalam produksi hewan ternak, mulai dari susu, daging, hingga kotorannya untuk diolah menjadi pupuk organik.

“Dengan pengolahan pupuk organik, para peternak dapat memperoleh nilai tambah dari penjualan pupuk. Selain itu, KWT dan KRPL dapat memanfaatkan pekarangan untuk bercocok tanam karena harga pupuk yang terjangkau dan mudah didapatkan,” bebernya.(HS)

 

Sumber: web resmi Pemprov Jateng.

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.