in

Pemkab Sragen Serahkan Beasiswa Bagi 181 Mahasiswa PTN

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, di Ruang Transit Setda Sragen, Jumat (14/10/2022), menyerahkan beasiswa kepada 181 mahasiswa kurang mampu, yang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).. (Foto : Sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen, menyerahkan beasiswa kepada 181 mahasiswa kurang mampu, yang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Tercatat ada 38 angkatan baru, yang terseleksi dan pantas menerima beasiswa. Langkah ini diharapkan bisa mendongkrak keluarga tidak mampu dan mengentaskan kemiskinan di Sragen.

Beasiswa diserahkan oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, di Ruang Transit Setda Sragen, Jumat (14/10/2022).

Sumber dana beasiswa ini, didukung dari Mitra Kesejahteraan Rakyat atau Matra,  yakni dana sumbangan sukarela pejabat struktural dan ASN Pemkab Sragen serta pihak lain.

Dana ini kemudian dikelola Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan program pemberian beasiswa yang sudah berlangsung sejak 2015 lalu itu, merupakan wujud kepedulian berbagai pihak, terutama ASN Pemkab Sragen, dalam mendukung program pengentasan kemiskinan.

Ada peran ASN lewat matra. Anggaran Matra ini dikumpulkan dari Tunjangan ASN Sragen. Selain Beasiswa, juga kebutuhan lain seperti bantuan bencana alam, dan sebagainya.

“Kami harapkan tahun depan bisa bertambah menjadi Rp 1,3 miliar, agar lebih banyak mahasiswa yang bisa terbantu,” kata dia, seperti dirilis Sragenkab.go.id.

Yuni juga menekankan agar mereka tetap mengikuti sekolah dengan benar.

Setelah lulus, para mahasiswa itu bisa tetap tinggal di Sragen dan ikut membangun Bumi Sukowati, atau bisa pula merantau ke luar kota.

Menurut dia, yang paling penting adalah mereka kelak mampu memutus rantai kemiskinan struktural.

“Selama mereka tidak menjadi bagian dari miskin turunan, ini mengentaskan kemiskinan,” imbuh Bupati.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sragen, Finurril Hidayati, menjelaskan mereka mengikuti pendaftaran sejak 1 Maret – 31 Agustus 2022. Artinya cukup panjang waktu pendaftaran bagi mahasiswa asal Sragen.

“Kita umumkan di website UPTPK dan bersurat ke Camat untuk diteruskan ke desa-desa,” jelasnya.

Dia menyampaikan tidak harus mahasiswa baru. Namun persyaratan harus perguruan tinggi negeri. Selain itu tidak harus dari DTKS.

“Pensiunan pun bisa, kita lihat kondisi ekonominya. Apakah yatim piyatu dan sebagainya termasuk dari sisi income,” terang dia.

Finuril menuturkan untuk terseleksi juga memperhatikan rangking dan akreditasi jurusan perguruan tinggi. Selain itu juga menggunakan Sistem Informasi Management (SIM) Kemiskinan di UPTPK.

“Jadi, ada skornya untuk masing-masing anak,” jelasnya.

Dia menjelaskan selama mempertahankan IP mendapat 3.00 mereka mendapat bantuan Rp 6 juta. Lantas pendaftaran gelombang 2023 biasanya sudah dibuka Bulan Maret. Pendaftar tidak harus semester awal.

Salah satu penerima Beasiswa, Afifah Khoirul Hasna, Mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang asal Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang menyampaikan mendapatkan informasi ini dari sharing antar mahasiswa. Pihaknya terbantu Rp 12 juta untuk 2 semester.

“Orang tua terbantu dengan bantuan beasiswa ini, Orang tua bekerja sebagai buruh pabrik dan buruh lepas. Kalau bantuan biaya hidup dari beasiswa ini Rp 500 per bulan saya rasa cukup,” jelas dia. (HS-08)

1.522 Petugas Resosek di Karanganyar Mulai Bertugas

185 Calon Kepala Desa Ikuti Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2022