in

Pemkab Sragen Raih Penghargaan Bhumandala Rajata dari Badan Informasi Geospasial

Plt Bupati Sragen, Dedy Endriyatno menerima penghargaan Bhumandala Rajata, dari Badan Informasi Geospasial, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (27/11) malam. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, tahun ini memperoleh penghargaan Bhumandala atas pengelolaan Simpul Jaringan Geospasial.

Berbeda dengan penghargaan sebelumnya, pada tahun 2020 ini Pemkab Sragen berhasil meraih Penghargaan Bhumandala Rajata (medali perak) dari Badan Informasi Geospasial.

Penghargaan diterima langsung oleh Plt Bupati Sragen, Dedy Endriyatno di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (27/11) malam.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen, Dedy Endriyatno usai menerima penghargaan tersebut bersyukur sekaligus mengapresiasi kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) karena pada tahun 2020 ini penghargaan Bhumandala yang diraih Kabupaten Sragen mengalami peningkatan, dibanding tahun genap sebelumnya. Yakni berhasil meraih Bhumandala Rajata (medali perak).

“Alhamdulillah, Ada peningkatan prestasi, dengan lima kriteria penilaian yakni Kebijakan, Kelembagaan, Teknologi, Standar dan Sumber Daya Manusia (SDM). Penghargaan ini diterima karena Sragen memiliki portal informasi Geospasial dengan baik dan juga telah dapat dimanfaatkan baik oleh pemerintah sendiri maupun masyarakat,” terangnya.

Sebelumnya, pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Sragen mendapatkan Bhumandala Award kategori Simpul Jaringan Berkembang dan pada 2018 memperoleh Bhumandala Ariti (medali perunggu).

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bagi kami karena telah dianggap berhasil mengembangkan dan memanfaatkan simpul jaringan organisasi perangkat daerah (OPD) dengan maksimal,” lanjut Plt Bupati.

Pihaknya menuturkan melalui simpul jaringan yang baik, maka pengelolaan hingga distribusi data geospasial menjadi lebih efektif, efisien serta dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

Plt Bupati Dedy berharap, ke depan Pemkab Sragen dapat terus mengembangkan dan meningkatkan geospasial di lingkungan pemerintahan yakni dengan menyediakan semua data dalam 1 peta.

Misalnya, pembangunan daerah berkaitan dengan data infrastruktur, pemukiman, ekonomi, sosial, sosial budaya, pendidikan, data kemiskinan, dan masih banyak lagi data yang bisa disajikan dalam geoportal tersebut.

“Kemanfaatan informasi geospasial diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemerintah mulai dari perencanaan, hingga pengambilan keputusan,” harapnya.

Penilaian kinerja Simpul Jaringan dilakukan dengan melihat pembangunan 5 (lima) elemen Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) yaitu Kebijakan, Kelembagaan, Teknologi, Standar dan Sumber Daya Manusia.

Diketahui, Penghargaan Bhumandala Rajata (Medali Perak) diraih Kabupaten Sragen bersama tiga Kabupaten lainnya di Indonesia yakni Kabupaten Bantul, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Musi Banyuasin.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota yang dinilai berhasil melakukan pengelolaan simpul jaringan informasi geospasial sesuai Perpres 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional dan Perpres No 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Data geospasial dapat diakses melalui geoportal.sragenkab.go.id serta beberapa webGIS, antara lain si-jalan.sragenkab.go.id yang berisi peta dan kondisi jaringan jalan kabupaten; rtlh.sragenkab.go.id yang berisi data rumah tidak layak huni; si-asna.sragenkab.go.id yang merupakan peta persebaran aset tanah Pemda. (HS-08)

Share This

Optimistis Bisa Kompetitif pada MotoGP 2021

Peringatan Hari Guru, Presiden Jokowi : Guru Dipaksa Beradaptasi dengan Cepat